HANKAM

TNI AU–Basarnas Perkuat Sinergi dan Koordinasi dalam Operasi SAR

M. Tonny Harjono dan Mohammad Syafii
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono menerima audiensi Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii di Mabesau, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berkomitmen untuk memperkuat sinergi serta koordinasi dalam penyelenggaraan operasi search and rescue (SAR), khususnya dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Komitmen tersebut terungkap saat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menerima audiensi Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Jumat (6/2).

Baca Juga: Menhan Singapura Apresiasi Penampilan dan Kontribusi Jupiter Aerobatic Team TNI AU di SAS 2026

Sinergi antara TNI Angkatan Udara dan Basarnas menjadi elemen penting dalam pelaksanaan SAR. Kerja sama ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat tugas kemanusiaan, sekaligus bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan rakyat.

M. Tonny Harjono dan Mohammad Syafii
Pertemuan antara KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii di Mabesau, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Pada pertemuan yang sama, KSAU dan Kabasarnas juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui pelaksanaan latihan bersama serta pertukaran pengalaman operasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta interoperabilitas kedua institusi dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Baca Juga: Resmi jadi Perwira TNI AU, Sembilan Penerbang Jalani Pendidikan Standarisasi

“TNI AU berkomitmen mendukung tugas Basarnas di bidang kemanusiaan baik melalui pengerahan personel maupun alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam),” tegas KSAU dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Minggu (8/2).

Sementara itu, Kabasarnas menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI Angkatan Udara dalam berbagai operasi SAR sepanjang 2025. “Dukungan unsur udara berkontribusi besar terhadap kecepatan penanganan keadaan darurat, khususnya pada operasi di wilayah dengan medan sulit dan akses terbatas,” tutur Marsdya TNI Mohammad Syafii. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.