HANKAM

TNI AU Bangun Dua Satuan Radar Baru, Salah Satunya Tingkatkan Pengawasan Udara di ALKI II dan IKN

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau pembangunan infrastruktur Satuan Radar (Satrad) baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara tengah membangun dua Satuan Radar (Satrad) baru di Banjarbaru, Kalimatan Selatan dan Talakar, Sulawesi Selatan.

Untuk itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur kedua Satrad tersebut, Rabu (5/11).

“Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya TNI Angkatan Udara untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar operasional yang dibutuhkan dalam rangka penguatan sistem pertahanan udara nasional,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara dalam siaran persnya dikutip Kamis (6/11).

Baca Juga: KSAD Maruli: Prajurit tidak Fokus Bertugas kalau Atap Rumahnya Bocor

Satuan Radar baru yang berlokasi di Banjarbaru diproyeksikan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan udara, khususnya pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dari perairan selatan Kalimantan hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Pembangunan infrastruktur Satuan Radar (Satrad) baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan serta Talakar, Sulawesi Selatan yang ditinjau langsung oleh Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi. (Foto: Dok. Dispenau)

Sementara itu, kehadiran Satrad Talakar diharapkan dapat memperkuat kemampuan deteksi sekaligus pergerakan pesawat di wilayah udara bagian tengah hingga timur Indonesia.

Selama peninjauan, Wakasau berkesempatan untuk melihat langsung pembangunan sejumlah fasilitas Satrad, mulai dari area perkantoran, kompleks perumahan, hingga sarana pendukung lain yang menjadi bagian integral dari operasional radar.

Baca Juga: Tak Menaati Perintah Kedinasan Anggota TNI Terancam Diberhentikan tidak Hormat

Tedi menegaskan kepada pihak pelaksana pembangunan infrastruktur agar memperhatikan ketepatan waktu serta menjaga kualitas kerja dengan menambah pekerja sebanyak empat kali lipat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi musim hujan, serta libur Natal dan Idulfitri.

“Pembangunan ini sangat krusial bagi kesiapsiagaan sistem pertahanan udara nasional. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dijalankan dengan standar terbaik, tepat waktu, dan berkualitas,” tegas Wakasau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.