HANKAM

TNI AU Bakal Perkuat Sistem Pengamanan Lanud Roesmin Nurjadin: Berlapis dan Terintegrasi

TNI AU
TNI AU menggelar rapat pembahasan rencana pembangunan sistem pengamanan Lanud Roesmin Nurjadin di Mabesau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal memperkuat sistem pengamanan (security system) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru melalui pembangunan sistem keamanan pangkalan yang menyeluruh, berlapis, serta terintegrasi.

Rencana tersebut dirumuskan melalui rapat yang dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/3).

Pembangunan sistem pengamanan terbaru di Lanud Roesmin Nurjadin juga diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem pengamanan lanud-lanud lainnya. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Baca Juga: TNI AD Berkoordinasi dengan Polisi Terkait Prajurit Langgar Hukum tapi Lolos Rekrutmen

“Modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) menuntut adanya sistem pengamanan pangkalan udara yang kuat, modern, dan terintegrasi guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta pengendalian keamanan,” tegas Wakasau dikutip dari unggahan Instagram @militer.udara, Sabtu (7/3).

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin rapat pembahasan rencana pembangunan sistem pengamanan Lanud Roesmin Nurjadin di Mabesau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Home Base Pesawat Tempur TNI AU

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan salah satu pangkalan udara strategis TNI Angkatan Udara yang menjadi home base bagi sejumlah pesawat tempur, yakni pesawat tempur F-16 di Skadron Udara 16 serta pesawat tempur terbaru Rafale yang dioperasikan oleh Skadron Udara 12.

Baca Juga: Pimpin Upacara HUT Kostrad, Panglima TNI: Prajurit Harus Selalu Siap, Adaptif dan Profesional

Sebelumnya, Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin sempat menjadi home base bagi pesawat tempur asal Inggris, Hawk 109/209. Namun, operasional pesawat tersebut kini telah dipindahkan ke Skadron Udara 1 Wing udara 3.1 Grup Tempur di Lanud Supadio, Pontianak pada 7 Januari 2026.

Pemindahan operasional tersebut dilakukan seiring dengan hadirnya pesawat tempur Rafale yang dilaporkan telah mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin sejak 23 Januari 2026. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.