TNI AU Angkut 12,369 Ton Material Huntara ke Bener Meriah

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara mengirim 12,369 ton material hunian sementara (huntara) milik PT Waskita Karya (Persero) ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggunakan pesawat angkut berat C-130 Hercules, Senin (19/1).
Pengiriman ini dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Pesawat C-130 Hercules diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan mendarat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.
Baca Juga: Diwarnai “Joy Flight” Heli Panther, Tujuh Perwira Tinggi TNI AL Terima Brevet Kehormatan Penerbal
Setibanya di lokasi, material huntara langsung diserahkan kepada PT Waskita Karya (Persero) untuk digunakan dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari dukungan transportasi udara TNI AU dalam mempercepat penyediaan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: TNI AD Lantik 380 Perwira Remaja, Ini Tugasnya
Menurutnya, distribusi material huntara melalui jalur udara menjadi solusi efektif untuk menjangkau daerah yang membutuhkan bantuan dengan cepat.
“Masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah diharapkan segera mendapatkan hunian sementara yang layak sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik,” ujar Marsma I Nyoman dalam siaran pers TNI AU, Selasa (20/1). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































