TNI AU Akan Selidiki Penyebab Gugurnya Sertu Agung dalam Latihan Terjun Boogie

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui penyebab kecelakaan (accident) yang dialami oleh Sertu Agung Dwani Karisma hingga mengakibatkan prajurit terbaik TNI AU tersebut meninggal dunia.
Sertu Agung gugur saat melakukan sesi latihan terjun boogie bersama prajurit Kopasgat lainnya pada gladi kotor 2 upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/4).
TNI AU dalam keterangan resminya mengungkapkan jika sesaat setelah accident terjadi, Sertu Agung sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan, Jakarta dan mendapatkan pertolongan medis.
Baca Juga: April 2023, Pendaftaran Rekruitmen Akmil TNI AD Masih Dibuka, Yuk Dicek
Jenazah Sertu Agung kemudian dilepas dengan upacara militer yang dipimpin oleh Komandan Kopasgat Marsda TNI Wahyu Hidayat di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta. Saat memimpin pelepasan jenazah, Wahyu menyatakan duka cita mendalam atas musibah yang dialami oleh prajurit terbaiknya.
“Jenazah telah diterbangkan menggunakan pesawat CN-235 TNI AU ke Lanud Husein Sastranegara, untuk dimakamkan di Soreang, Kabupaten Bandung,” demikian dikutip dari keterangan Dispenau. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































