HANKAM

TNI AU Akan Relokasi Monumen Pesawat A-4 Skyhawk ke Lanud BNY Lampung

Monumen pesawat A-4 Skyhawk
Monumen pesawat A-4 Skyhawk yang akan direlokasi ke Lanud Pangeran M. Bun Yamin. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berencana untuk melakukan relokasi monumen A-4 Skyhawk dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang ke Taman Lanud Pangeran M. Bun Yamin.

Untuk itu, Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin (BNY), Letkol Pnb Yosi Hadi Wijayanto meninjau kesiapan relokasi tersebut pada Senin (25/3) di lokasi awal monumen, yaitu di Jalan Lintas Timur Sumatera, Astra Ksetra, Menggala, Tulang Bawang, Lampung.

Danlanud BNY mengungkap, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat terkait perihal rencana relokasi ini, di antaranya dengan Pj Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan; Bupati Tuba periode 2007-2012, Abdurachman Sarbini; serta pejabat Forkopimda.

Baca Juga: TNI Akan Kirim Lagi Bantuan ke Palestina dengan Metode Airdrop

Salah satu alasan mengapa monumen pesawat A-4 Skyhawk direlokasi lataran kondisi monumen saat ini tidak terawat dan tertutup alang-alang. Selain itu, lokasi saat ini dinilai kurang efektif lantaran berada jauh dari jalan lintas Sumatera.

Monumen pesawat A-4 Skyhawk
Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin saat meninjau kesiapan relokasi monument pesawat A-4 Skyhawk. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

"Kami berharap dengan merelokasi monumen pesawat A-4 Skyhawk ke taman Lanud BNY akan lebih terlihat, terawat dan memudahkan orang untuk berswafoto sekaligus dapat memberikan edukasi dan menginspirasi anak-anak tentang semangat perjuangan TNI AU,” kata Yosi.

Melansir keterangan TNI AU dalam laman resminya, Rabu (27/3) dijelaskan, pesawat A-4 Skyhawk yang dijadikan sebagai monumen itu merupakan pesawat berkursi ganda yang dibawa dari Skadron Udara 11 Makassar.

Baca Juga: Satgas Yonif 330 Kostrad Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Dharma

Pesawat dengan nomor ekor (tail number) TL-0418 tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU dan dirakit kembali oleh Tim Banharlap Skadron Teknik 044 Makassar di kantor Pemda Tuba.

Setelah itu, monumen diresmikan oleh Marsda TNI (Purn.) Dede Rusamsi yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Udara (Pangkopsau) I pada 18 Mei 2011. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.