TNI Ambil Peran di Operasi Karhutla, Kerugian Negara Berkurang

Jakarta, IDM – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menyatakan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2025 di enam provinsi prioritas telah selesai.
Keberhasilan ini kata Juli berkat kerja sama antarsektor termasuk peran TNI yang sama-sama berkomitmen menanggulangi kebakaran hutan.
"Atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, penanggulangan karhutla berhasil diselesaikan dengan baik. Kerja sama antarinstansi pemerintah pusat dan daerah antara lain Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, BMKG, TNI, POLRI, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, hingga relawan dan masyarakat," kata Juli seperti dikutip keterangan Humas Kementerian Kehutanan, Selasa (14/10).
Baca Juga: Wakil KSAU Sebut Pemberian Nama Lanud adalah Refleksi Jati Diri dan Nilai Perjuangan
Lebih lanjut kata Juli, sinergi yang solid ini berhasil menekan angka karhutla pada tahun 2025 ini. Tahun 2024 lalu, jumlah karhutla mencapai 376.805 hektar, sedangkan tahun 2025 ini 213.984 hektar.
Efektivitas kerja sama juga dilihat dari turunnya nilai kerugian negara akibat karhutla. Tahun 2025 nilainya sebesar Rp 6,7 triliun pada tahun 2025 sementara pada tahun 2019, nilainya mencapai Rp 75 triliun.
"Keberhasilan pengendalian karhutla tahun ini pastinya akan menjadi pembelajaran baik untuk penanganan kebakaran lahan dan hutan di tahun-tahun mendatang," kata Juli.
Baca Juga: Danlanud Adi Soemarmo Lakukan Pengawasan Operasional di Dua SPPG
Untuk diketahui, penanggulangan Karhutla diamanatkan ke TNI sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. "Perbantuan TNI dalam mengatasi Karhutla ini sesuai dengan Undang-Undang TNI khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 9, yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah, termasuk dalam mengatasi kebakaran hutan terutama di daerah-daerah rawan.
TNI menurunkan ratusan prajurit untuk penanganan Karhutla di tahun 2025 ini. Di Riau, Kodam I/BB mengerahkan jajaran Korem 031/Wira Bima, serta menyiapkan 920 prajurit sebagai Satuan Tugas Darat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































