TNI AL Wujudkan Program Percepatan Penanganan Covid-19

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut menguatkan insan Potmar dalam rangka mewujudkan program utama mendukung pemerintah dalam Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, serta Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI, demikian tema bahasan Rapat Koodinasi (Rakor) dan Rapat Kerja Teknis (Rakernjs) Potensi Pembinaan Maritim (Potmar) yang dibuka Asisten Pembinaan Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, S.E., di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur. Kamis, (25/2).
Rakor dan Rakernis Potmar ini menindaklanjuti dan menjabarkan hasil-hasil Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AL 2021 yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang digelar 18 Februari 2021. TNI Angkatan Laut sebagai pembina Potensi maritim menjadi kekuatan wilayah pertahanan laut dalam rangka memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Kemampuan dalam pemberdayaan potmar akan terbentuk insan-insan professional dan Tangguh sehingga diharapkan mampu mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, serta Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti lebih kurang 71 peserta secara virtual, terdiri dari para pimpinan Kotama TNI AL, pejabat jajaran potensi maritim seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Komando Kewilayahan (Satnonkowil) seluruh Indonesia.
Aspotmar Kasal mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai media komunikasi dan evaluasi pelaksanaan tugas Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla), juga sebagai media untuk melaksanakan pembinaan teknis kegiatan Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) kepada satuan bawah agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Menurut Aspotmar Kasal, guna mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk menghadapi potensi ancaman nasional, regional maupun global seperti ancaman akibat bencana alam, terorisme, radikalisme, konflik laut cina selatan, pandemi Covid-19 dan lain-lain, maka tugas Dawilhanla ini tidaklah ringan. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman Binpotmar bagi insan Potmar melalui kerja keras yang dilakukan sedini mungkin, sehingga ruang alat juang yang tangguh dapat terwujud secepatnya.
Rakor dan Rakernis Potmar kali ini juga menghadirkan pemapar antara lain Waaspotmar Kasal yang menyampaikan materi tentang Dawilhanla Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut, Paban 1 Ren Spotmar dengan materi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Kegiatan Tahun 2021, Sekdispotmaral dengan materi Kampung Bahari Nusantara, Danlanal Palembang dengan materi Program Rumah Pintar, Kasubdis Progla dengan materi Ketahanan Pangan, Pabandya Rencana Rinci Wilayah Pertahanan (RRWP) tentang RRWP dan paparan Kasi SBJ tentang Data Center Dispotmaral.
Turut serta hadir melalui tatap muka, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., Waaspotmar Kasal Laksma TNI Ribut Eko Suyatno, Kadispotmaral Brigjen TNI (Mar) Nurri Andrianis Djatmika, para Paban di lingkungan Mabesal, para Kasubdis Dispotmaral, serta undangan lainnya. (rgp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































