HANKAM

TNI AL Ungguli Perwira 10 Negara di Kursus Intelijen Amerika

Komandan Flight III Skuadron Udara 700 Mayor Laut (P) Herdian “Oxford” Arviananda
Komandan Flight III Skuadron Udara 700 Mayor Laut (P) Herdian “Oxford” Arviananda jadi lulusan terbaik pada International Intelligence Application Officer Course dan ISR Operation Course di Texas, Amerika Serikat, yang digelar 16 April-8 Agustus. (Foto: Dok. Puspenerbal)

Jakarta, IDM – TNI AL kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Mayor Laut (P) Herdian “Oxford” Arviananda berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada International Intelligence Application Officer Course dan ISR Operation Course di Texas, Amerika Serikat, dengan mengungguli perwira dari 10 negara.

Kedua kursus yang berlangsung dari 16 April-8 Agustus ini diikuti perwira militer yang mewakili setiap benua, menjadikannya ajang bergengsi dan kompetitif di tingkat global.

Selama pelatihan, Mayor Herdian yang juga merupakan seorang komandan flight III dari Skuadron Udara 700 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memahami materi intelijen dan operasi ISR.

Baca Juga: JAT Siap Unjuk Manuver Udara dengan Asap ‘Merah Putih’ di Peringatan HUT ke-80 RI

"Penguasaan materi yang kompleks, kemampuan analisis tajam, serta adaptasi cepat di lingkungan multinasional menjadi faktor penentu keberhasilannya," ujar pejabat sementara Komandan Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal Letkol Laut (P) Iwan Purwanto, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (12/8).

"Kerhasilan Mayor Herdian sekaligus memperkuat kerja sama strategis antara TNI AL dan militer negara sahabat, khususnya pertukaran pengetahuan dan teknologi pertahanan mutakhir," sambungnya.

Di luar prestasi internasionalnya, Mayor Herdian dikenal sebagai perwira yang tekun, disiplin, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi dalam memperdalam keahlian sebagai pengawak pesawat tanpa awak (UAV) di Skuadron Udara 700.

"Dedikasi mengembangkan taktik dan prosedur operasi UAV menjadikannya salah satu aset penting satuan, baik dalam misi pengintaian maupun dukungan operasi maritim," kata Iwan.

Baca Juga: Marinir dan Dedi Mulyadi Cetak Generasi Disiplin lewat Pendidikan ‘Gapura Panca Waluya’

Ia menilai prestasi Mayor Herdian adalah hasil dari konsistensi, profesionalisme, dan semangat belajar yang tinggi.

"Kami berharap pengetahuan yang dibawanya dari kursus internasional ini dapat meningkatkan kemampuan operasional Skuadron Udara 700, khususnya di bidang UAV dan intelijen maritim," jelasnya.

Sementara itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan kberhasilan Mayor Herdian menjadi bukti kualitas personel TNI AL di tingkat global.

"Hal ini mempertegas prajurit kita mampu bersaing dan bahkan menjadi yang terbaik di forum internasional. Ke depan, kemampuan dan jejaring yang telah dibangun akan memperkuat posisi Indonesia menjaga keamanan maritim regional maupun global," ungkapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.