HANKAM

TNI AL Uji Perang Modern di Dabo Singkep, Luncurkan Drone Laut Kamikaze

USV kamikaze
Aksi drone laut (USV) kamikaze saat melaju kencang menuju sasaran dalam latihan terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL meluncurkan drone laut kamikaze dalam latihan terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Uji coba kapal tanpa awak ini menjadi sorotan utama dalam peragaan strategi perang modern berbasis Perisai Trisula Nusantara.

Prajurit TNI AL melepas kapal tanpa awak atau Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze langsung dari pintu dok basah (well deck) KRI dr. Soeharso-991. Kapal nirawak rakitan PT PAL Indonesia ini mengusung desain bodi kelabu bersudut lancip dan berprofil rendah agar sulit terdeteksi radar lawan.

Untuk memandu serangan, tiang atas kapal dipasangi kamera sensor elektro-optik yang memancarkan visual navigasi jarak jauh dan mengunci sasaran secara akurat. Sementara sistem pendorongnya memanfaatkan mesin bensin konvensional yang terlihat dari dua lubang pembuangan gas di bagian belakang.

Baca Juga: KSAD Maruli Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir

Saat simulasi berlangsung, kapal tanpa awak ini melaju kencang menerjang gelombang menuju target di dekat pantai. Kapal ini menabrakkan diri ke sasaran untuk menguji sistem kendali otonom yang adopsinya mirip dengan teknologi Kapal Selam Otonom (KSOT).

Selain drone laut, TNI AL menguji drone udara bunuh diri (loitering munition) jenis KI-50 buatan industri pertahanan dalam negeri. Drone peledak ini lepas landas dari geladak helikopter kapal perang untuk menghantam posisi lawan.

Rangkaian latihan terintegrasi 2026 ini diawali dengan peretasan siber untuk melumpuhkan pasokan listrik musuh. Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) kemudian menyusup ke perairan untuk menyabotase kabel bawah laut dan menyebar ranjau.

Baca Juga: Formation Flight, Momen KSAU-CAF RAAF Mengudara dengan Pesawat T-50i Golden Eagle dan F/A-18 Hornet

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyampaikan, gempuran rudal langsung dieksekusi begitu pertahanan musuh lumpuh.

USV kamikaze
USV kamikaze diluncurkan dari pintu dok basah KRI dr. Soeharso-991 dalam simulasi perang modern. (Foto: Dok. Dispenal)

"Peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh," terang Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (6/8).

KRI Sampari-628 meluncurkan dua rudal C-705 buatan Cina tepat ke sasaran darat. Tunggul menambahkan, serangan berlanjut lewat bantuan tembakan kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI RE Martadinata-331, disusul tembakan roket MLRS Korps Marinir.

"Latihan ini menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan," jelasnya.

Baca Juga: TNI AU–TUDM Matangkan Kolaborasi Strategis Operasional Pesawat C-130 dan A400M

Pesawat tempur Rafale dan F-16 TNI AU lantas menghujani posisi musuh dengan bom MK-82, sebelum pasukan lintas udara TNI AD menerjunkan personel dari pesawat C-130 Hercules.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung latihan ini bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanro dan para kepala staf angkatan.

"Penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri menjadi bukti, Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman," tegas Sjafrie. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.