HANKAM

TNI AL Uji Fungsi Roket 122 MM Serbia untuk Marinir

Truk peluncur roket multi-laras
Truk peluncur roket multi-laras (multi-barrel rocket launcher/MBRL) milik Korps Marinir saat uji fungsi amunisi kaliber 122 mm asal Serbia di Baluran, Situbondo, Sabtu (11/7). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – TNI AL menguji kelayakan amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) asal Serbia di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7). Uji coba ini menjadi bagian dari modernisasi sekaligus standardisasi sistem persenjataan artileri medan Korps Marinir.

Laboratorium Induk Senjata TNI AL (Labinsenal) memimpin langsung uji fungsi ini dengan menggandeng prajurit Batalion Roket 2 Marinir sebagai eksekutor penembakan. TNI AL memasok amunisi dari negara Balkan tersebut untuk meremajakan sistem roket peluncur multi-laras (multi-barrel rocket launcher/MBRL) RM-70 Grad dan RM-70 Vampire.

Baca Juga: Wakil KSAU Tekankan Modernisasi Alutsista Harus Sejalan dengan Penguatan Siber

Roket 122 mm varian G-2000 buatan Serbia ini menjadi andalan baru karena melipatgandakan jangkauan tembak hingga sejauh 40 kilometer. Jarak ini dua kali lebih jauh daripada roket Grad konvensional yang hanya mampu menjangkau sasaran pada jarak 20 kilometer. Senjata ini membawa hulu ledak berkekuatan tinggi seberat 19,1 kilogram untuk menghancurkan pertahanan musuh di area luas.

Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan
Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan bersama tim teknis memeriksa fisik amunisi roket 122 mm sebelum pengujian. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan memantau langsung rentetan tembakan roket yang sukses menghantam sasaran secara presisi. Suherlan menilai pengujian berkala ini sangat penting untuk memastikan seluruh material tempur berada dalam kondisi siap pakai.

Prajurit Batalyon Roket 2 Marinir
Prajurit Batalion Roket 2 Marinir memantau dentuman roket 122 mm yang diarahkan langsung ke zona sasaran tembak. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Baca Juga: Sembunyikan Burung Langka di Kapal, Penyelundup di Sorong Dikepung TNI AL

“Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Suherlan, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (12/7).

Usai penembakan, tim teknis gabungan langsung mengumpulkan data daya ledak sebagai bahan evaluasi kelayakan penyimpanan jangka panjang. Langkah ini krusial untuk memastikan kesiapan persenjataan Korps Marinir dalam merespons dinamika ancaman keamanan di kawasan yang terus meningkat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.