HANKAM

TNI AL Terjunkan Drone Thermal Cari 23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor

KSAL Laksamana Muhammad Ali.
KSAL Laksamana Muhammad Ali. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan teknologi drone thermal untuk mencari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor di daerah latihan Pasirlangu, Cisarua, Jawa Barat. Langkah ini diambil karena alat berat sulit menembus lokasi kejadian.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan, akses jalan yang sempit dan cuaca ekstrem menghambat evakuasi jalur darat.

"Alat berat memang belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi drone dan thermal, juga dengan anjing pelacak," ujar Ali di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Baca Juga: Bangun Konektivitas Pascabencana, TNI AD Kawal Pembangunan Jembatan Gantung di Kabupaten Aceh Tengah

Peristiwa nahas ini menimpa prajurit satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG Mobile Gobang 7, pada Sabtu (24/1). Ali mengonfirmasi, tim evakuasi baru menemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia.

"Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," tegas Ali.

Kronologi Kejadian saat Latihan 'Ambush'

Berdasarkan data lapangan, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu, para prajurit tengah menjalani materi latihan Ambush (penyergapan) dalam rangka pratugas pengamanan perbatasan.

Hujan deras mengguyur kawasan Pasirlangu tanpa henti sejak Kamis (22/1). Meski cuaca buruk, pasukan tetap menempati titik koordinat latihan pada Jumat (23/1) malam, pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Rapat di Hambalang, Menhan Sjafrie Laporkan Perkembangan Satgas Kuala dan Operasi Insurgensi di Papua

Komunikasi terakhir dengan tim latihan tercatat pada tengah malam. Namun, saat longsor menerjang pukul 03.00 WIB, alat komunikasi (alkom) berupa ponsel maupun radio genggam (handy talky) dari dua tim, yakni tim Asiafsaman dan Fuog, mendadak putus total.

Jejak Sisa Makanan di Lokasi

Tim pelatih dan satgas langsung menyisir lokasi begitu matahari terbit. Di titik koordinat ambush, tim pencari hanya menemukan sisa makanan dan minuman.

Sebanyak 23 personel, yang terdiri dari 15 orang tim Fuog dan 8 orang tim Asiafsaman, tidak berada di tempat. Mereka hilang tersapu material longsor yang menimpa area latihan tersebut.

Baca Juga: Resmi Diserahterimakan, Letkol Inf Fajar Akhirudin Jabat Danbrigif 6 Kostrad

Ali menyebut insiden ini murni faktor alam yang tak terduga saat prajurit sedang mengasah kemampuan tempur.

"Memang karena mereka sedang melaksanakan latihan pra tugas untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI-PNG. Saat itu kondisi hujan lebat selama hampir 2 malam hujan terus, mungkin itu mengakibatkan longsor," pungkas Ali.

Saat ini Komandan Satgas Gobang 7 memimpin langsung operasi pencarian dengan berkoordinasi bersama Pusdiklatpassus untuk menyisir radius kejadian. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.