TNI AL Temukan Ranjau di Perairan Batuporon

Jakarta, IDM - Tim Demolisi Arsenal TNI Angkatan Laut (TNI AL) menemukan bahan peledak berupa ranjau laut di perairan Batuporon, Madura, Jawa Timur. Tim Demolisi bersama para peserta kursus selanjutnya melaksanakan teknik pengamanan dan penghancuran dengan cara diledakkan di bawah air.
Demikian salah satu skenario latihan yang disimulasikan dalam kursus Amunisi dan Bahan Peledak yang diikuti Prajurit dan PNS dari beberapa satuan kerja TNI AL yang dilaksanakan selama 2 minggu mulai 13 sampai dengan 24 September 2021, bertempat di Arsenal Batuporon Madura.

Kegiatan ini merupakan program dari Dinas Pendidikan TNI AL (Disdikal) yang diselenggarakan oleh Dinas Material Senjata dan Elektronika TNI AL (Dissenlekal), dalam mengaplikasikan salah satu dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam membangun Sumber Daya Manusia TNI AL yang unggul dan profesional.
Kadisenlekal Laksamana Pertama TNI Endarto Pantja Irianto S.T.,.M.T., dijumpai disela-sela acara mengatakan bahwa kursus ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan bekal ilmu kepada para prajurit TNI AL agar mengetahui berbagai jenis Amudak, cara menggunakan dan merangkai bahan peledak sehingga dapat meningkatkan Profesionalisme prajurit TNI AL.

Dalam setiap materi yang diberikan khususnya praktek demolisi, para peserta kursus mendapat pengawasan melekat dari para instruktur dan Tim Demolisi Arsenal yang dipimpin oleh Letkol Laut (E) Hadi Setijono. Praktek demolisi ini merupakan aplikasi dari pelajaran teori yang didapat di kelas.
Para peserta kursus dari berbagai Satker TNI AL ini sangat antusias mengikuti kegiatan praktek demolisi ini, dengan harapan dapat memanfaatkan ilmu yang sudah didapat untuk mendukung kelancaran operasional di satuannya masing-masing.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Arsenal Kolonel Laut (E) Tri Harsono S.T.,CHRMP, Kasubdis SPT Dissenlekal Letkol Laut (E) Bima Santosa, para Instruktur serta para perwira Arsenal. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































