HANKAM

TNI AL Tambah 2 Kapal Patroli untuk Jaga Perairan Kepulauan

KAL Sembulungan II-5-42 dan Hinako I-2-19
Peresmian dua kapal patroli baru KAL Sembulungan II-5-42 dan Hinako I-2-19 di Batam, Senin (4/12). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL meresmikan dua kapal patroli buatan dalam negeri, yaitu kapal angkatan laut (KAL) Sembulungan II-5-42 dan Hinako I-2-19 di galangan kapal PT Citra Shipyard, Batam, Kepulauan Riau, Senin (4/12).

Pembangunan KAL 28 meter ini dilatarbelakangi oleh luasnya wilayah perairan Indonesia sehingga perlunya unsur bantuan kapal patroli untuk memperkuat dan membantu peran patroli dari unsur KRI di jajaran TNI AL.

"Perairan Indonesia adalah perairan kepulauan sehingga justru kapal-kapal inilah yang dibutuhkan di perairan-perairan sempit", ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (6/12).

Baca Juga: KRI Radjiman Tunggu Izin Berangkat ke Palestina, KSAL: Lebih Cepat Lebih Baik

"Harapannya, sebisa mungkin seluruh KAL itu dibangun oleh galangan di dalam negeri," imbuhnya.

Kedua kapal patroli baru tersebut akan ditempatkan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya dan Lanal Nias, dan Lantamal II Padang.

KAL Sembulungan II-5-42 dan Hinako I-2-19
KAL Sembulungan II-5-42 di Batam, Senin (4/12). (Foto: Dok. Dispenal)

Spesifikasi teknis kedua kapal adalah memiliki panjang 28,98 meter, lebar 6,20 meter, draught 1,40 meter, kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 18 knots, kecepatan ekonomis 13,5 knots dengan endurance 3-4 hari.

Kedua kapal tersebut mampu membawa 15 personel dan menggunakan mesin pokok dua unit MAN V12-1900 Marine Engine Diesel dan diesel generator 2x Perkins 63 KVA.

Baca Juga: 5 Jabatan Strategis di Kodam XVII/Cendrawasih Dirombak, Ini Daftarnya

Ali mengungkapkan, keunggulan dari kapal ini yaitu dibuat dengan bahan alumunium, memiliki kecepatan yang lebih baik dari kapal sebelumnya. "Serta memiliki persenjataan dan peralatan navigasi yang lebih modern," jelasnya.

Kemudian, KAL ini juga memiliki beberapa keunggulan lainnya, yaitu diperkuat satu unit meriam 20 mm dan dua unit meriam 12,7 mm, mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca.

Dengan kecepatan 28 knots dan kelincahan yang dimiliki KAL 28 meter ini mampu memenuhi berbagai misi operasi, baik infiltrasi, eksfiltrasi maupun misi Search and Rescue (SAR) secara sangat baik. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.