HANKAM

TNI AL Simulasi Penyelamatan Kapal Selam di Surabaya, Libatkan 3 KRI hingga 339 Personel

latihan penyelamatan kapal selam
TNI AL menggelar latihan penyelamatan kapal selam di perairan Surabaya, Kamis (14/8) untuk menguji kecepatan dan ketepatan SAR bawah laut. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL menggelar simulasi penyelamatan kapal selam di Perairan Surabaya, Kamis (14/8).

Kegiatan latihan dimulai dengan apel gelar kesiapan di dermaga Satuan Kapal Selam (Satsel), dipimpin Komandan Komando Latihan Koarmada RI Laksamana Pertama Musleh Yadi, didampingi Komandan Komando Latihan Koarmada II Kolonel Laut (P) Binsar A. S. Sitorus.

Adapun latihan penyelamatan bawah laut ini melibatkan tiga kapal perang (KRI), satu kapal pendarat (LCU), satu mobil khusus untuk terapi oksigen hiperbarik (chamber), satu ambulans, dan 339 personel.

Baca Juga: Ribuan Personel TNI-Polri Bongkar Diskotik Ilegal Jadi Sarang Narkoba di Sumut

Yadi mengatakan, latihan ini bertujuan mengasah kesiapan prajurit dan menguji kemampuan pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah laut, termasuk teknik penyelamatan diri (free escape) awak kapal selam.

"Simulasi ini juga memastikan semua peralatan pendukung siap digunakan jika terjadi keadaan darurat di laut," kata Yadi dalam sambutannya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (15/8).

Ada empat tahap yang dijalankan selama simulasi seperti latihan posko, perencanaan taktis (tactical floor game), manuver lapangan, dan pengkajian ulang.

Baca Juga: Prajurit Yonif 432 Kostrad Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Sulawesi

"Seluruh tahapan menuntut kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim, karena setiap detik sangat berharga dalam misi penyelamatan," ujarnya.

"Keberhasilan operasi SAR kapal selam sangat bergantung pada kecepatan, ketepatan, dan sinergi. Setiap detik yang terbuang bisa berarti nyawa," sambungnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjalankan latihan sesuai prosedur, mengutamakan keselamatan personel dan material, serta menjadikan kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL, khususnya para awak kapal selam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.