TNI AL Siapkan Taktik Lawan Swarm Drone hingga Senjata Laser

Jakarta, IDM – Medan tempur laut kini tak lagi sama. Menyadari ancaman serangan pesawat nirawak berkerumun (swarm drone) hingga senjata laser yang kian nyata, jajaran perwira Komando Armada (Koarmada) II langsung tancap gas membedah strategi pertahanan masa depan di Surabaya, Kamis (2/4).
Langkah ini diambil menyusul tren penggunaan drone kamikaze atau pesawat nirawak bunuh diri yang terbukti ampuh melumpuhkan lawan dalam berbagai konflik global terbaru. TNI AL pun tak ingin ketinggalan langkah dalam mengantisipasi dominasi teknologi ini di wilayah laut nusantara.
Baca Juga: KRI Canopus-936 Sandar di Nigeria, Selesaikan Etape II Pelayaran Menuju Indonesia
Asisten Operasi (Asops) Panglima Koarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan, menegaskan pemutakhiran taktik adalah harga mati. Menurutnya, prajurit harus mampu mengidentifikasi kesenjangan teknologi untuk membangun pertahanan laut yang tak tertembus.
"Tujuannya adalah untuk membangun kewaspadaan terhadap perubahan global dan tren taktik peperangan masa kini, serta menyelaraskan strategi pertahanan laut guna memastikan kedaulatan di laut tetap terjaga," ujar I Gede Putu Iwan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (3/4).
Baca Juga: Pusat Kavaleri TNI AD Buka Pendidikan Bintara Kendaraan Tempur
Ia memaparkan, perpaduan antara pesawat nirawak, peluru kendali (rudal) hingga senjata laser telah menjadi karakteristik utama perang modern. Hal ini menuntut adanya sistem pertahanan terintegrasi antarmatra atau kesatuan yang lebih solid.
Dalam forum tersebut, Letkol Laut (P) Marthen Roy Tamus dan Mayor Laut (E) Dhaesa Pramana selaku narasumber membedah cara mengoptimalkan unit pesawat nirawak milik TNI AL. Tak hanya cara menyerang, strategi pertahanan anti-pesawat nirawak (anti-drone) juga menjadi fokus utama yang disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki Koarmada II.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































