HANKAM

TNI AL Siapkan Beasiswa IPTEK hingga Penyetaraan Pendidikan bagi Prajurit

Haris Bima Bayuseto dan Bambang Irwanto
Pangkoarmada I Laksamana Muda Haris Bima Bayuseto (duduk kanan) bersama Aspers KSAL Laksamana Muda Bambang Irwanto (duduk kiri) menghadiri pemaparan rencana pendidikan prajurit di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (21/1). TNI AL menyiapkan skema beasiswa IPTEK hingga penyetaraan pendidikan untuk tahun anggaran 2026. (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – TNI AL terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajuritnya lewat kebijakan pendidikan baru untuk tahun 2026. Sejumlah skema strategis telah disiapkan, termasuk peluang studi lanjutan hingga apresiasi khusus bagi prajurit lapangan demi menunjang operasional matra laut.

Rencana strategis tersebut dibahas dalam sosialisasi penetapan kebijakan pendidikan yang digelar dalam acara Bimbingan Personalia (Binpers) di Markas Komando Koarmada I, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (21/1).

Panglima Koarmada I Laksamana Muda Haris Bima Bayuseto, menjelaskan langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya percepatan peningkatan kualitas prajurit sesuai instruksi pimpinan.

Baca Juga: TNI AD Salurkan Lima Ton Ransum Tempur untuk Tim SAR Pesawat ATR 42-500

"Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali terkait percepatan pendidikan. Kami ingin memastikan kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit Jalasena semakin matang," ujar Haris, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Kamis (22/1).

Banjir Program Pendidikan Baru

Lantas, apa saja menu pendidikan baru yang disiapkan? Haris menyebutkan, rencana pendidikan tahun 2026 akan sangat variatif. Tidak hanya sekolah reguler, TNI AL kini membuka keran lebar-lebar bagi prajurit yang ingin mendalami teknologi.

"Rencana pendidikan tersebut mencakup penyelenggaraan pendidikan pembentukan, pengembangan, hingga spesialisasi. Termasuk yang kami dorong adalah pemberian beasiswa IPTEK," jelas Haris.

Tak hanya soal akademik, TNI AL juga memberikan perhatian khusus bagi prajurit yang "berkeringat" di medan tugas. Haris menegaskan, prajurit yang sibuk dalam misi operasi tidak akan tertinggal karir pendidikannya.

Baca Juga: Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500, CN-295 TNI AU Angkut Kebutuhan Logistik Tim SAR Gabungan

"TNI AL juga memberikan penyetaraan pendidikan bagi personel yang telah melaksanakan penugasan operasi, baik di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Melalui paparan teknis yang disampaikan Asisten Personalia (Aspers) KSAL Laksamana Muda Bambang Irwanto dalam forum tersebut, Haris optimis target mencetak prajurit unggul akan tercapai.

"Lewat kebijakan ini, kami berkomitmen menyiapkan prajurit yang terencana, terdidik, dan terlatih. Mereka adalah kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut nasional, sejalan dengan semangat Jalesveva Jayamahe," pungkas Haris. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.