TNI AL Serahkan 105 Pengungsi Rohingya ke UNHCR

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui KRI Parang-647 membantu menyerahkan 105 pengungsi Rohingya kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Dermaga Asean Kruengkeukeh Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darusallam, Jumat, (31/12).
Dalam keterangan resmi Dispenal yang diterima redaksi, Senin, (3/1) Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah mengatakan proses penyerahan pengungsi Rohingya ini sesuai amanat.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang memerintahkan unsur dan prajuritnya untuk melaksanakan penarikan setelah ada keputusan dari pemerintah atas dasar kemanusiaan.
"Kami pun memilih lokasi Pelabuhan yang sesuai mengingat perlunya sarana labuh, sterilisasi lokasi untuk pemeriksaan kesehatan dan penegakan prokes agar tidak terjadi keramaian yang dapat mengganggu proses pemeriksaan kesehatan dan lebih dekat dengan tempat karantina sekaligus tempat relokasi di medan jika diputuskan untuk di relokasi," kata Dian Suryansyah.
Usai dilaksanakan serah terima Pengungsi Rohingya dari Komandan KRI kepada UNHCR di depan Kapal Rohingya. Selanjutnya pemindahan dan karantina serta pemeriksaan kesehatan pengungsi menjadi tanggung jawab UNHCR. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































