HANKAM

TNI AL Sempat Bahas Kapal Selam Interim Cina, Kini Fokus Bangun Scorpene Prancis

Kapal selam kelas Yuan
Kapal selam kelas Yuan (tipe 039A) yang pernah ditawarkan oleh Cina kepada Indonesia. (Foto: Dok. chinamil)

Jakarta, IDM – TNI AL menegaskan arah pengadaan kapal selam saat ini difokuskan pada pembangunan Scorpene Evolved dari Prancis.

Sembari menunggu realisasi pembangunan Scorpene, TNI AL sebelumnya sempat dikabarkan mencari opsi kapal selam interim sebagai solusi sementara untuk menutup kebutuhan operasional armada bawah laut, sebelum kapal baru hasil pembangunan selesai diserahkan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali pernah menyampaikan, TNI AL membuka opsi pengadaan kapal selam interim dari sejumlah negara, seperti Jerman, Turki, hingga wilayah Asia.

Baca Juga: Cope West 2025, F-16 TNI AU dan F-15 USAF Jalani Misi BFM hingga Dogfight

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengakui pernah ada pembicaraan mengenai kapal selam interim dari Cina. Namun, jalur yang kini sudah berjalan adalah proyek kerja sama dengan Prancis untuk menghadirkan kapal selam Scorpene Evolved.

“Memang pernah ada pembicaraan terkait kapal selam interim dari Cina. Tetapi yang jelas untuk kapal selam TNI AL saat ini, yang sudah berjalan adalah kapal selam Scorpene dari Prancis,” kata Tunggul dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (11/9).

Indonesia sendiri telah menandatangani kontrak untuk dua unit kapal selam Scorpene Evolved dari Prancis. Pembangunan kedua kapal selam itu akan dilakukan di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, melalui kerja sama alih teknologi dengan Naval Group.

Dalam proyeksi jangka panjang, postur kekuatan TNI AL periode 2025–2045 menargetkan Indonesia memiliki 12 kapal selam. Target ini dianggap ideal untuk menjaga stabilitas keamanan maritim dan pengawasan wilayah perairan nasional.

Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Tiba di Surabaya, Resmi Bertugas di Satuan Eskorta Koarmada II

Saat ini armada kapal selam TNI AL berjumlah empat unit aktif: KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405. KRI Cakra-401 telah selesai menjalani overhaul dan kembali ke kesiapan operasi pada awal 2022 setelah rangkaian uji (sea acceptance) dan serah terima.

Nantinya, kedatangan dua unit Scorpene Evolved merupakan bagian dari upaya menuju target ideal 12 kapal selam sekaligus program transfer teknologi untuk meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.

Dengan penegasan ini, TNI AL memastikan fokus penguatan kekuatan bawah laut tidak hanya sekadar solusi sementara, melainkan mengarah pada pembangunan kapal selam generasi baru untuk menopang strategi pertahanan maritim jangka panjang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.