TNI AL Rekrut 250 Prajurit di Makassar

Jakarta, IDM - 250 siswa Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) yang terdiri dari 100 prajurit Bintara serta 150 prajurit Tamtama, dilantik menjadi prajurit angkatan laut, di Mako Lantamal VI Makassar, Kamis (28/7).
250 prajurit TNI AL yang dilantik tersebut adalah siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan ke-42 tahun 2022. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan (Wadan) Kodiklatal Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi.

Kegiatan pelantikan ini adalah bagian proses pendidikan yang menindaklanjuti salah satu program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dalam membangun sumber daya manusia (SDM) TNI AL unggul, profesional, dan tangguh menghadapi segala ancaman.
Lebih lanjut, Rachmad mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan siswa Satdik-2 menjadi Bintara dan Tamtama TNI AL dengan pangkat Sersan Dua dan Kelasi Dua.
Rachmad berharap, pendidikan dasar keprajuritan dan dasar golongan mampu meningkatkan jiwa keprajuritan.
"Jalankan segala kewajiban sebagai seorang prajurit TNI AL dengan penuh rasa tanggung jawab, tunduk pada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan," ujar Rachmad, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Jumat (29/7). (at)
Hankam

TNI AL Sikat Penyelundupan Rp26 Miliar: 36 Ton Konsentrat Emas dan Kayu Ilegal Digagalkan
TNI Angkatan Laut mengamankan 36 ton konsentrat emas tanpa dokumen sah dan 23 kontainer kayu merbau ilegal dengan total nilai barang bukti mencapai Rp26,4 miliar dalam operasi di Jawa Timur.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































