HANKAM

TNI AL Punya Pusat Latihan Kebakaran Kapal Berstandar Internasional di Surabaya

Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin
Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin menyampaikan keterangan didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua dari kiri) usai meresmikan Fire Fighting Training Center (FFTC) di Kolat Koarmada II, Surabaya, Jumat (11/9). (Foto: Dok. Kominfo Jatim)

Jakarta, IDM – TNI AL meresmikan pusat latihan penanggulangan kebakaran kapal (Fire Fighting Training Center/FFTC) berstandar internasional di Komando Latihan (Kolat) Koarmada II, Surabaya. Fasilitas modern ini disiapkan buat memperkuat kesiapsiagaan prajurit dan awak kapal saat menghadapi situasi darurat di laut.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin meresmikan langsung sarana tersebut pada Jumat (11/9). Peresmian ini turut disaksikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama jajaran pejabat tinggi TNI AL.

Baca Juga: Korpasgat Deteksi Titik Panas Karhutla di Palangka Raya dengan Drone Thermal

Edwin menyebut insiden kebakaran dan kebocoran menjadi dua ancaman paling krusial di atas kapal. Oleh karena itu, seluruh awak kapal wajib menguasai teknik pemadaman cepat demi mencegah kerusakan fatal.

"Dan inilah yang kita laksanakan, salah satunya melatih para prajurit Jalasena untuk senantiasa siap siaga menghadapi kondisi kedaruratan ini," kata Edwin di Surabaya, Jumat (11/9).

Fasilitas FFTC Koarmada II ini dilengkapi alat pemantau simulasi pengendalian kerusakan (Damage Control Simulator) serta berbagai sarana pendukung lain. Perangkat ini dirancang khusus buat melatih refleks personel saat menghadapi kobaran api di dalam ruang kapal yang tertutup.

TNI AL memberlakukan aturan waktu yang sangat ketat dalam prosedur pemadaman ini. Setiap awak kapal ditargetkan mampu memadamkan titik api awal dalam waktu yang sangat singkat.

"Kecepatan dari para awak kapal untuk menanggulangi kebakaran sangat dibutuhkan. Salah satunya proses penanganan maksimal empat menit, mereka harus bisa memadamkan api. Lebih dari empat menit gagal," ujar Edwin.

Baca Juga: Cope West 2026 Rampung, TNI AU dan USAF Perkuat Interoperabilitas Operasi Udara

Ia menegaskan, api di atas kapal bisa menjalar sangat cepat dan memicu bahaya yang lebih besar. Target empat menit tersebut menjadi tolak ukur wajib buat menguji kecepatan serta ketangkasan prajurit di lapangan.

Pusat latihan yang dibangun bertahap sejak 2024 ini tidak hanya dipakai untuk internal militer. TNI AL juga membuka kesempatan bagi kementerian, lembaga pemerintah, hingga para pelaku industri kemaritiman buat memanfaatkan fasilitas ini demi sertifikasi keselamatan pelayaran.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.