HANKAM

TNI AL Prioritaskan Sistem Pengawasan Maritim dari Produk Lokal

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL akan memprioritaskan pengadaan sistem pengawasan maritim (maritime surveillance) dari dalam negeri.

Ia mengakui saat meninjau pameran alutsista Indo Defence 2025, banyak industri pertahanan asing menawarkan produk sistem pengawasan maritim untuk dapat digunakan sebagai pendukung pengamanan TNI AL di perariran.

"Kita melihat banyak negara-negara yang menawarkan sistem pengawasan surveillance ini dengan baik, namun kita lebih memprioritaskan barang-barang dari dalam negeri," kata Ali, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (12/6).

Baca Juga: Menpora Apresiasi Banyak Atlet Jadi Prajurit TNI

Produk Dalam Negeri Mudah Di-upgrade

Alasan dari memprioritaskan pengadaan sistem pengawan maritim dari dalam negeri, TNI AL akan lebih mudah melakukan upgrade terhadap peralatan tersebut.

"Apabila itu bisa dibangun dari dalam negeri, maka akan kita maksimalkan yang dari dalam negeri sehingga kita mudah dalam meng-upgrade peralatan tersebut," ungkap Ali.

Adapun TNI AL akan TNI AL akan memodernisasi seluruh pusat komando kendali (puskodal) untuk meningkatkan pengawasan di perairan perbatasan Indonesia dengan sejumlah negara tetangga, terutama dari kegiatan ilegal.

Baca Juga: Wamenhan: Prabowo Komitmen Integrasikan Pesawat N219 dalam Kebijakan Pembangunan

"Kita akan memodernisasi seluruh puskodal yang ada di Koarmada RI, Koarmada I, Koarmada II, dan Koarmada III," ungkap Ali.

Nantinya, lanjut Ali, modernisasi itu akan membuat kemampuan puskodal dapat memonitor pengawasan aktivitas di perairan dari jarak jauh.

"Puskodal bisa memonitor dari jarak jauh, yaitu melalui sistem pelacakan otomatis (AIS) maupun citra gambar permukaan bumi (satellite imagery)" ujarnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.