TNI AL Pionir Inovasi Robot Mobile Target untuk Pasukan Khusus, Apa Fungsinya?

Jakarta, IDM – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) terus menggenjot penciptaan teknologi militer untuk matra laut. Terbaru, mereka membuat robot mobile target atau sasaran tembak berkemampuan robot yang dapat bergerak secara dinamis.
Robot mobile target tersebut diyakini mempermudah para prajurit pasukan khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska), Intai Amfibi (Taifib), hingga Detasemen Jalamangkara (Denjaka) untuk melatih kemampuan menembak jitu.
Letda Laut (KH) Yoreza Hamid, salah satu anggota dari satuan kerja sub dinas material dan perbekalan Dislitbangal menceritakan, pada 2024 lalu timnya memulai penelitian untuk menciptakan robot tembak modern sebagai fasilitas pendukung latihan menembak bagi pasukan khusus TNI AL.
"Ini merupakan hasil penelitian di Dislitbangal, pada 2024. Selama enam bulan, kami ada masa penelitian. Setelahnya, kami mulai membuat perangkat lunak (software) untuk program yang dapat merekam skor atau target menembak dan perangkat keras (hardware) dilanjutkan antena, komputernya," beber Yoreza kepada Indonesia Defense Magazine, dalam Indo Defence 2024, Jakarta, Kamis (12/6).
Baca Juga: Fincantieri dan PMM Teken Kerja Sama Strategis untuk Atasi Tantangan Bawah Air
Ia menyebutkan, ide awal penelitian dan pembuatan robot mobile target ini berasal dari observasi tim Dislitbangal di lapangan. Mereka masih melihat para prajurit dari pasukan khusus TNI AL berlatih menembak jitu dan reaksi menggunakan target manual.
"Ketika sedang latihan nembak, mereka masih pakai target yang biasa, maksudnya yang biasa itu yang sering kita lihat masih pakai papan yang bergerak kanan-kiri. Jadi, timbul ide Dislitbangal, bagaimana nih caranya supaya (pasukan khusus) bisa improve skill menembak, lalu kami membuat alat ini," ujarnya.
"Alasan lainnya, kenapa untuk pasukan khusus? Karena kalau pasukan biasa, takutnya nanti terkena di bagian bawah robot. Jadi, memang dirancang untuk pasukan khusus (menembak ke titik vital di tubuh)" sambungnya.
Mampu Rekam Skor Tembak
Robot mobile target inovasi Dislitbangal memiliki dimensi 170x90x96 cm dan berat 250 kg, dengan kemampuan kecepatan maksimum 10 km/h serta kecepatan joystick 0-10 km/h.
Kemudian, robot ini mempunyai sistem penggerak rantai dan roda, dapat bergerak dengan kemiringan medan maksimum hingga 20 derajat dan kemiringan lateral maksimum hingga 25 derajat.
Baca Juga: MoU dengan Naval Group, PTDI Komitmen Perluas Kerja Sama Industri Maritim
Yoreza mengaku robot mobile target ciptaan Dislitbangal juga mampu digerakkan secara otomatis (autonomous) meskipun robot ini juga dapat diatur menggunakan remote control, melalui transmisi radio dengan jangkauan terjauh satu kilometer.
"Misalkan, kita ingin alat atau robot ini bergerak membentuk seperti angka 8 atau angka 5. Nah, nanti robot tersebut berjalan mengikuti angka tersebut sesuai yang telah kita program di komputer," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Yoreza, robot mobile target ini memiliki kelebihan yang mampu menyimpan skor atau target menembak. Misalkan, saat prajurit menembak di sejumlah bagian vital robot, seperti kepala dan bawah tubuh, akan terekam di program komputer robot.
"Ini dikarenakan robot sudah dilengkapi beberapa sensor. Misalkan, ada prajurit yang nembak di bagian badan, kepala, alat vital bawah, itu masing-masing sudah kami setting berapa skor jika menembak di bagian tersebu5. Contoh, bagian kepala skornya 10, badan 9, bawah 8. Jadi, ketika sudah mencapai skor 20, nanti targetnya itu posisi mati, tidur. Nanti, dia bisa bangkit lagi, otomatis dari program komputer tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Kemhan RI Ungkap Tantangan Industri Pertahanan Dalam Negeri
Sampai saat ini, robot mobile target buatan Dislitbangal sudah melalui beberapa tahapan uji coba. Terbaru, teknologi terbaru mereka tersebut sudah diuji coba langsung kemampuannya oleh prajurit Yontaifib 1 Marinir dengan menembak senjata laras pendek dan panjang.
"Karena ini penelitian dari angkatan laut, (rencanannya) digunakan di lingkungan TNI AL. Kami baru membuat satu robot ini," kata Yoreza.
Ke depannya, Yoreza dan tim satuan kerja robot mobile target dari Dislitbangal berharap pihaknya mampu menyempurnakan inovasi tersebut, yakni dari pengembangan sensitivitas sensor agar mampu melewati rangkaian uji coba lainnya hingga bisa dioperasionalkan di lapangan oleh pasukan khusus TNI AL.
"Masih perlu di-upgrade lagi itu untuk bisa melewati uji coba. Kami ingin mengembangkan sensitivitas sensornya. Jadi, di situ sensitivitasnya masih belum memenuhi yang kami inginkan, masih perlu penyempurnaan lagi," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































