TNI AL Perkuat Kemampuan Personel untuk Peperangan Elektronika

Jakarta, IDM - Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar kursus Peperangan Elektronika (Pernika) untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mengawaki peperangan elektronika sehingga alutsista modern yang dimiliki dapat digunakan secara optimal.
Kursus ini diikuti 20 personel, mulai dari 31 Oktober-11 November. Peserta akan diberikan pengetahuan tentang gelombang elektromagnetik, radar, pernika, peralatan pernika sekaligus penerapan. Kegiatan teori dilaksanakan di Subdis SPT Sewaco Dissenlekal, Surabaya. Sedangkan praktek dilaksanakan di KRI yang dilengkapi peralatan pernika.
Kepala Dinas Materiel Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal) Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetyo, diwakili Kasubdis SPT Sewaco Dissenlekal membuka kursus di Surabaya, Senin (31/10).Dalam sambutan tertulis, Teguh menjelaskan kursus ini diadakan untuk perang dan teknologi yang selalu mempunyai hubungan kausal.
"Artinya, perang sangat berpengaruh terhadap kemajuan teknologi peralatan perang dan sebaliknya," ujarnya dikutip dari laman resmi TNI AL.
Ia melanjutkan, perkembangan teknologi telah membawa konsekuensi terhadap dunia militer yang menyebablan kondisi ini membuat seluruh negara berupaya memperbaharui sistem pertahanan untuk menghadapi potensi ancaman yang mengakibatkan perang teknologi tidak dapat dihindari, termasuk peperangan elektronika.
"Dengan sumber daya manusia yang andal dan professional dalam pengawakan peralatan pernika, akan memberikan keuntungan bagi kawan dalam mendukung tugas operasi yang diberikan," tuturnya.
Baca: Antisipasi Serangan Siber, TNI AL Siapkan SDM Bidang Siber Security
Kadissenlekal juga menekankan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan dengan baik, menyerap semua materi yang diajarkan secara maksimal, berdiskusi, dan bertukar pikiran sehingga meningkatkan profesionalisme dan bermanfaat untuk kedinasan.
"Tetap terapkan standar operating prosedur sehingga tercapai zero accident serta tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































