TNI AL: Penembakan Nelayan di Palembang Sudah Sesuai Prosedur

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan tindakan penembakan oleh prajurit KRI Sutedi Senoputra-378 terhadap nelayan di perairan wilayah Tanjung Jabung, Palembang, Sabtu (12/7) sudah sesuai prosedur.
Hal tersebut didasari atas kecurigaan terhadap dugaan aktivitas ilegal oleh nelayan saat KRI Sutedi berpatroli di sekitar perairan tenggara Tanjung Jabung. Awalnya, terdapat kontak TB Karya Pacific 2229 yang membawa kapal tongkang TK Pacific Star 8615 bermuatan batubara.
"Terlihat kontak tiga kapal nelayan kecil sedang menambatkan tali di buritan tongkang sehingga diduga adanya tindak ilegal," ungkap Tunggul, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/7).
Baca Juga: Akmil Lepas Calon Perwira Remaja TNI AD, Siap Dilantik Presiden Prabowo
Sebelum penembakan, prajurit KRI Sutedi melalui pengeras suara memperingatkan nelayan untuk berhenti. Selanjutnya, tim patroli memberikan tembakan peringatan dengan peluru hampa, tetapi dua kapal yang terdiri dari KM Aqshal dan KM Aqshal 2 justru menjauh dan melarikan diri menuju daratan.
"TNI AL menegaskan tindakan yang diambil oleh prajurit di lapangan saat peristiwa terjadi sudah sesuai prosedur tetap keamanan laut tahun 2009 terkait penghentian dan pemeriksaan kapal mencurigakan," jelas Tunggul.
Kemudian, KRI Sutedi menerjunkan tim VBSS 1 untuk pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan ke KM Aqshal 2 dengan melepaskan tembakan peringatan, tapi KM Aqshal 2 mencoba menabrakkan kapalnya.
Baca Juga: 837 Pemuda di Papua Bersaing di Sidang Pantukhir Calon Tamtama PK TNI AD
Tim VBSS 1 melepaskan tembakan dengan lima peluru karet ke arah KM Aqshal 2, namun kapal dengan 5 awak itu tetap menambah kecepatan ke arah daratan dengan kondisi satu orang terkena peluru karet.
"Kemudian, tim VBSS 2 mengejar kapal terdekat, yaitu KM Aqshal dengan melepaskan 15 butir peluru karet. KM Aqshal berhasil diamankan dan dikawal merapat ke lambung kanan KRI Sutedi, dengan kondisi tiga dari empat awak terkena peluru karet dan mengalami luka ringan," kata Tunggul.
Sebelumnya di media sosial beredar video detik-detik kejadian diduga kapal TNI AL menembak nelayan. Berdasarkan narasi video, peristiwa ini terjadi di perairan laut Birik, dekat Sungai Sembilang, Kecamatan Banyuasin III, pada Sabtu (12/7). Dalam video tersebut juga terlihat seorang korban dibawa oleh warga secara bersama-sama menuju tempat perawatan medis. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































