HANKAM

TNI AL Pastikan ABK yang Ditembak di Palembang Gunakan Narkoba

Ilustrasi prajurit KRI Sutedi Senoputra-378.
Ilustrasi prajurit KRI Sutedi Senoputra-378. (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengungkapkan prajurit KRI Sutedi Senoputra-378 menemukan bekas narkoba di kapal nelayan KM Aqshal.

Sebelumnya, KRI Sutedi berpatroli di Perairan Tenggara Tanjung Jabung, Sabtu (12/7). Di tengah patroli, prajurit TNI AL melihat tiga kapal yang melakukan aktivitas mencurigakan.

"Berdasarkan kecurigaan tersebut, personel KRI Sutedi memberikan peringatan agar kapal nelayan itu menghentikan aktivitasnya. Dari tiga kapal tersebut, dua kapal mencoba melarikan diri, yakni KM Aqshal dan KM Aqshal 2," ujar Tunggul di Jakarta, Selasa (15/7).

Baca Juga: Tingkatkan Kesiapan Tempur, Marinir TNI AL Beli Alat Penglihatan Malam Hari

Saat diperingatkan untuk berhenti, KM Aqshal malah memberikan perlawanan dengan mengarahkan kapalnya ke arah KRI Sutedi untuk ditabrakkan.

"Selanjutnya KRI Sutedi melepaskan tembakan peringatan pertama menggunakan peluru hampa, namun KM Aqshal tidak mengindahkan instruksi tersebut. Sementara pada saat bersamaan KM Aqshal 2 terus melarikan diri menuju daratan," lanjutnya.

Karena peringatan tidak digubris, tim dari KRI Sutedi Senoputra-378 akhirnya menurunkan dua tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) untuk mengejar dua kapal tersebut.

"Tim VBSS 1 melepaskan tembakan dengan peluru karet butir ke arah KM Aqshal 2, namun KM Aqshal 2 yang diawaki lima orang ABK tetap menambah kecepatan ke arah daratan dengan kondisi satu orang terkena peluru karet," jelas Tunggul.

Baca Juga: Tidak Ada Toleransi untuk Narkoba di TNI AD

Tim VBSS 2 juga turut mengejar KM Aqshal hingga akhirnya kapal dan seluruh awaknya tertangkap. Kedua kapal itu akhirnya merapat ke KRI Sutedi Senoputra-378. Saat dua kapal beserta awak itu diperiksa, petugas menemukan barang berupa obat-obatan psikotropika.

"Saat dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap KM Aqshal, ditemukan bekas obat-obatan yang telah terpakai (diduga obat-obatan psikotropika). Selanjutnya, KM Aqshal dikawal menuju Lanal Bangka Belitung untuk proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Tunggul memastikan seluruh tindakan yang dilakukan personel TNI AL sudah sesuai dengan prosedur dan kini kasus tersebut telah diserahkan ke pihak berwajib. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.