HANKAM

TNI AL Minta Kopaska Siap Hadapi Pemecah Belah Indonesia

Asops KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan
Asops KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan saat memberikan pengarahan kepada Kopaska jajaran Koarmada I, II, dan III di Surabaya, Kamis (17/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menekankan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) agar siap menghadapi dinamika lingkungan strategis, dan peperangan modern.

Hal itu disampaikan Yayan saat memberikan pengarahan kepada para prajurit pasukan katak dari jajaran Koarmada I, II, dan III di Markas Komando Puskopaska, Surabaya, Kamis (17/7).

"TNI, termasuk Kopaska merupakan aset yang dapat digunakan untuk mensukseskan program-program pemerintah sehingga prajurit harus memiliki loyalitas vertikal tanpa pengecualian," tegas Yayan, dikutip dari laman TNI AL, Jumat (18/7).

Baca Juga: Kata Panglima TNI ke Satgas Patriot II Setelah Kontingen Pimpin Defile di Bastille Day

"Oleh karena itu, prajurit harus siap menghadapi siapapun yang akan memecah belah Indonesia," sambung dia.

Para prajurit Kopaska juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, dan beradaptasi melalui latihan secara berkesinambungan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.

"Tingkatkan profesionalisme, keterampilan, serta kesamaptaan jasmani sekaligus menguasai hukum internasional dan etika tanggung jawab dan kesadaran penuh sebagai pasukan khusus," ujar dia.

Baca Juga: Kapuspen: Bastille Day Tak Hanya Pererat Hubungan Antarnegara Tapi Juga Personel

Yayan juga menuntut prajurit Kopaska selalu kompetitif dari pasukan lainnya untuk memelihara kekuatan sebagai pasukan utama dalam misi khusus.

"Di masa damai, Kopaska dituntut kompetitif ketika diadu dengan pasukan lain dan mesti juara. Ketika masa perang, Kopaska merupakan pasukan yang maju paling dulu dengan misi khusus. Pasukan Kopaska harus selalu jaga diri, kompak, saling melindungi, dan bersatu," pungkas Yayan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.