HANKAM

TNI AL Masuk Keraton Yogyakarta, Bina Karakter Prajurit Abdi Dalem

Keraton Yogyakarta,
Tiga perwira dari Dinas Psikologi Angkatan Laut ditugaskan ke lingkungan Keraton Yogyakarta, Selasa (16/12) untuk membina karakter keprajuritan abdi dalem. (Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Ketika militer identik dengan barak dan medan operasi, TNI AL justru melangkah ke ruang budaya, masuk ke lingkungan Keraton Yogyakarta untuk membina karakter keprajuritan abdi dalem. Di sana, nilai pertahanan negara dipertemukan dengan tradisi luhur yang telah dijaga lintas generasi.

Kolaborasi ini dilakukan TNI AL melalui Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) bersama Keraton Yogyakarta, Selasa (16/12). Tujuannya bukan mengubah tradisi, melainkan memperkuat sikap dan karakter agar tetap tangguh, disiplin, loyal, dan memiliki militansi pengabdian dalam menjaga nilai-nilai luhur keprajuritan Kraton Yogyakarta.

Sebagai prajurit penjaga nilai budaya, abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta memikul peran yang tidak ringan. Mereka dituntut memiliki keteladanan sikap, kedisiplinan, serta loyalitas yang kuat terhadap institusi dan masyarakat.

Baca Juga: Yonzipur 10 Segera Berangkat Bantu Korban Bencana Aceh, Fokus Pemulihan Aksesibilitas dan Infrastruktur Dasar

“Prajurit keraton harus mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai keprajuritan yang diwariskan secara turun-temurun,” tegas Manggala Prajurit Keraton Yogyakarta KPH Notonegoro, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (17/12).

Dalam praktiknya, kekuatan keprajuritan keraton terletak pada keberagamannya. Notonegoro menjelaskan, saat ini, prajurit Keraton Yogyakarta terbagi dalam 13 bregada yang masing-masing memiliki filosofi, tugas, dan khas tersendiri.

“Keberagaman ini merupakan kekayaan budaya yang perlu ditopang dengan ketangguhan psikologis dan karakter individu yang kuat agar tetap relevan di tengah dinamika perkembangan zaman,” ucapnya.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih Pascabencana, TNI AD Bangun Sumur Bor di Aceh

Sementara itu, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksamana Pertama Wisnu Agung Priambodo, menjelaskan penguatan karakter keprajuritan ini sejalan dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bangsa maritim.

Kraton Yogyakarta
(Foto: Dok. Dispenal)

Menurutnya, kekuatan bangsa tidak semata ditentukan oleh kemampuan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh ketangguhan mental serta karakter sumber daya manusia.

“Kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh ketangguhan mental serta karakter sumber daya manusia. Nilai-nilai keprajuritan yang hidup dalam lingkungan budaya seperti Keraton Yogyakarta menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya maritim bangsa,” ujar Wisnu.

Baca Juga: TNI AL Susun Rencana Operasi Komprehensif 2026, Fokus Dukung Kebijakan Pemerintah

TNI AL menugaskan tiga perwira psikologi, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, Lettu Laut (KH) Giri Putra Riyanto, dan Letda Laut (KH) Lutfi Fitroni Nafwari. Mereka bertugas memberikan pendampingan yang mencakup penguatan aspek psikologi keprajuritan, seperti pembentukan mental, disiplin, loyalitas, ketahanan psikologis, hingga nilai-nilai kepemimpinan.

“Seluruh pembinaan dilakukan tanpa mengubah nilai-nilai luhur keprajuritan Keraton Yogyakarta,” tandas Wisnu. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.