TNI AL Latih 35 Prajurit Kapal Perang Tangani Kompas Navigasi Gyro Anschutz

Jakarta, IDM – Staf Komunikasi dan Elektronika (Skomlek) Koarmada II menggelar pelatihan teknis kompas navigasi Gyro Anschutz Standard 22 di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). Pelatihan ini diikuti 35 prajurit pengawak kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Perangkat Gyro Compass Anschutz sendiri merupakan alat penunjuk arah digital yang menjadi pedoman navigasi utama di kapal perang. Kompas ini berfungsi menjaga ketepatan arah kapal saat berlayar di laut lepas.
Baca Juga: BNPB Kerahkan Operasi Darat dan Udara, 639 Hektare Karhutla Masih Ditangani
Selama sepekan, 35 prajurit dibekali materi teori hingga praktik. Pelatihan difokuskan pada cara mengoperasikan alat sekaligus memperbaiki kerusakan secara mandiri di atas kapal perang.
Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima Komando Armada (Askomlek Pangkoarmada) II Kolonel Laut (P) Dados Raino mengingatkan para peserta agar menyerap seluruh materi pelatihan dengan maksimal. Penguasaan alat navigasi ini menentukan keselamatan serta keberhasilan operasi pelayaran KRI.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab 11 Jabatan Strategis TNI AU, dari Asisten Operasi hingga Kadispenau
"Gali sebanyak mungkin informasi tentang Gyro Compass Anschutz STD 22 untuk acuan tugas sehari-hari. Perhatikan juga prosedur keamanan guna mencapai zero accident (nol kecelakaan)," kata Dados dalam amanat tertulisnya yang dibacakan saat pembukaan pelatihan, Senin (12/10).
Selain itu, para instruktur dan panitia diminta bersinergi menyukseskan pelatihan ini. Usai pelatihan, para prajurit diharapkan langsung menerapkan keahlian tersebut saat bertugas mengawal perairan nusantara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































