HANKAM

TNI AL Kumpulkan 110 Prajurit Lanal se-Indonesia di Jakarta, Ada Apa?

prajurit Lanal se-Indonesia.
Ratusan prajurit Lanal se-Indonesia mengikuti pembekalan dari Dinas Pembinaan Mental TNI AL (Disbintalal) di Jakarta, Selasa (8/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Sebanyak 110 prajurit dari pangkalan TNI AL (Lanal) dari seluruh Indonesia, mengikuti pembekalan yang digelar Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Disbintalal) di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 7-9 Juli.

Pada hari kedua pembinaan, Selasa (8/7) para prajurit itu menerima pembekalan bertema "Kejuangan" yang disampaikan Wakil Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Waaspers KSAL) Laksamana Pertama Dery Triesnanto Suhendi.

Pembekalan ini merupakan bagian penting dari upaya pembinaan sumber daya manusia TNI AL, agar memiliki kepribadian, karakter, mentalitas yang tangguh dan berintegritas.

Baca Juga: KRI Pulau Fanildo-732, Kapal Pemburu Ranjau Buatan Jerman yang Pimpin Operasi SAR Korban KMP Tunu Jaya Pratama

"Kegiatan ini bukan hanya program rutinitas, tetapi investasi strategis dalam pembangunan mental, karakter dan semangat juang prajurit matra laut, khususnya di jajaran pangkalan TNI AL," ujar Dery, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (9/7).

Sebelumnya pada hari pertama pembinaan, Senin (7/7) ratusan prajurit pangkalan TNI AL juga menerima pembekalan mengenai cara menjalin komunikasi, hingga menjalin sinergi dengan setiap elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Lakamana Madya (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman menyampaikan bahwa karakter yang kuat mendasari pengabdian prajurit TNI AL.

Para prajurit di lanal lanjutnya, diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan setiap elemen masyarakat melalui kemampuan menempatkan diri, berkomunikasi, dan berkoordinasi.

Baca Juga: Lima Kolonel TNI AL Pecah Bintang, dari Laksma hingga Brigjen

"Para prajurit pangkalan juga harus memahami daerah tanggung jawabnya sesuai tugas pokok TNI AL yang ingin dicapai," kata Achmad.

Terpisah, KSAL Laksamana Muhammad Ali mengutarakan pentingnya prajurit yang siap secara mental untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

"Prajurit harus mampu menghadapi tantangan tugas semakin kompleks, baik di medan operasi maupun kehidupan sosial dan pribadi dengan membentuk diri yang siap secara mental dan spiritual serta sebagai insan TNI AL yang andal, tangguh, dan bermartabat," tutur Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.