TNI AL Komitmen Tambah Kapal LST dan LPD Buatan Dalam Negeri untuk Kolinlamil

Jakarta, IDM – TNI AL berkomitmen menambah armada kapal perang jenis angkut tank atau Landing Ship Tank (LST) dan Landing Platform Dock (LPD) untuk memperkuat Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan rencana penambahan kapal perang jenis LST dan LPD itu masuk dalam rencana strategis (renstra) TNI AL 2025-2029 sebagai postur pembangunan kekuatan matra laut pada 2025-2044.
"Kolinlamil menjadi salah satu bagian penting dari arah pembangunan kekuatan matra laut yang kita lakukan ke depan," ungkap Ali kepada awak media usai acara peringatan HUT ke-63 Kolinlamil di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/7).
Baca Juga: Agar Terdata, Pindad Sebut Akan Kembangkan Senjata Gunakan “Chip”
Untuk persiapan pembangunan kekuatan jangka panjang dan menengah matra laut, khususnya Kolinlamil, Ali menyatakan TNI AL bakal menambah kapal jenis angkut tank LST hingga LPD lewat sejumlah industri galangan kapal dalam negeri, seperti PT PAL yang berada di Surabaya, Jawa Timur.
"Beberapa kapal angkut ini dibuat dalam negeri, (seperti) PT PAL, penambahan unsur-unsur LPD dan LST untuk memperkuat Kolinlamil dan untuk mengangkut pasukan juga," kata Ali.
Ia menjelaskan, peran Kolinlamil terbilang strategis sebagai komponen utama pertahanan negara dan juga pendukung utama program prioritas pemerintah dalam upaya penguatan kolektivitas maritim dan pembangunan.
Baca Juga: KSAL Sampaikan 5 Hal untuk Kolinlamil, Tegaskan Pembinaan Alutsista
"Serta pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, juga perlindungan dan pengamanan laut," jelasnya.
Oleh karena itu, Kolinlamil yang saat ini berperan sebagai pembina tunggal angkutan laut militer TNI nasional, penting untuk didukung dengan berbagai kesiapan operasional yang tinggi dalam aspek kapasitas maupun kualitas personel.
"Juga kesiapan kondisi teknis material maupun dukungan logistik. Hal ini penting untuk menjawab tantangan tugas masa depan yang semakin kompleks," pungkasnya. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































