HANKAM

TNI AL Kolaborasi Bareng Kemdiktisaintek, Sulap Nganjuk jadi Lumbung Kedelai Nasional

Wamendiktisaintek Fauzan
Wamendiktisaintek Fauzan dan Penasihat Khusus Mendiktisaintek Laksamana (Purn) Marsetio bahas budidaya kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, Senin (27/4). (Foto: Dok. Kemdiktisaintek)

Jakarta, IDM – Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam memutus rantai ketergantungan impor komoditas pangan. Langkah konkret ditunjukkan TNI AL bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bersinergi membangun ekosistem budidaya kedelai skala besar di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Hingga April 2026, program strategis ini telah menjangkau ribuan hektare lahan pendampingan. Inisiatif tersebut melibatkan sedikitnya 70 kelompok tani yang tersebar di 18 desa binaan dengan dukungan logistik benih melampaui angka 100 ton.

Data lapangan memproyeksikan produktivitas varietas kedelai Grobogan di wilayah tersebut mampu menyentuh angka 1,5 hingga 2 ton per hektare. Dengan estimasi total panen mencapai 3.000 ton lebih, optimalisasi pola tanam berkelanjutan kian menjanjikan mengingat masa tumbuh jenis polong-polongan ini relatif singkat, yakni berkisar 75 sampai 80 hari saja.

Baca Juga: Panglima TNI Minta Dansat Sayangi Anggota dengan Beri Latihan Berat

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, menegaskan kemitraan ini merupakan perwujudan nyata model pentahelix. Menurutnya, penguatan ekosistem pangan nasional memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari militer, akademisi, hingga sektor industri.

"Melalui program budidaya kedelai ini, kita merajut kerja sama harmonis antara TNI AL, Kemdiktisaintek, pemerintah daerah, hingga industri yang bertindak selaku offtaker. Sinergi inilah yang kita namakan model pentahelix demi kemandirian bangsa," ungkap Fauzan, dikutip dari keterangan Kemdiktisaintek, Jumat (1/5).

Fauzan memaparkan, perguruan tinggi mengemban tanggung jawab moral untuk memastikan proses produksi berjalan presisi lewat sentuhan riset dan inovasi terbaru. Peran kampus tidak lagi sekadar meneliti di laboratorium, namun harus terjun langsung sebagai jembatan teknologi bagi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kabar Baik! Marinir Buka Jalur Navigasi Aceh Tamiang, Nelayan Kini Bisa Melaut Normal

"Kami berkomitmen meningkatkan volume produksi sekaligus memastikan taraf hidup para petani terangkat secara signifikan. Riset terapan dari universitas harus memberikan solusi nyata bagi persoalan di lapangan," imbuh Fauzan.

Implementasi di lapangan turut memperkuat mekanisme hilirisasi melalui jaminan pasar dari sektor industri. Selain itu, aspek efisiensi kerja petani mendapat dukungan tambahan berupa hibah 20 unit traktor untuk mempercepat proses pengolahan lahan.

Langkah akselerasi ini beriringan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, yang terus memacu keterlibatan multisektor dalam mengamankan stok pangan nasional. Upaya tersebut selaras dengan pilar Asta Cita nomor 4 terkait swasembada pangan serta visi "Diktisaintek Berdampak" yang mengedepankan hasil riset sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.