TNI AL Kerahkan Ratusan Alutsista, Ada Rudal hingga Roket di HUT Ke-79 TNI

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan ratusan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tempur untuk terlibat dalam kegiatan parade HUT ke-79 TNI, di Silang Monas, Jakarta, pada 5 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengungkapkan ratusan alutsista tersebut terdiri dari kendaraan tempur (ranpur), kendaraan taktis (rantis), kendaraan khusus (ransus) hingga sejumlah persenjataan seperti rudal, torpedo, dan roket.
"Alutsista TNI AL yang akan ditampilkan untuk mendukung HUT ke-79 TNI di Monas merupakan gabungan dari Korps Marinir, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan artileri senjata angkatan laut (Arsenal)" kata Wira saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Selasa (1/10).
Wira menyebutkan data persenjataan TNI AL yang akan dikerahkan untuk parade alutsista meliputi 1 rudal Yackhont, 1 rudal Exocet B2, 1 rudal Exocet B3, 1 rudal Harpoon, 1 rudal C802, 1 rudal C705, 1 rudal Exocet MM 38, 1 rudal P-15, 1 rudal VL Mica.
Baca Juga: Belasan Prajurit Marinir di Blok Ambalat, Perbatasan Indonesia-Malaysia Naik Pangkat
Adapun setiap rudal tersebut masing-masing disertai dengan kendaraan pengangkut. "Kemudian, 1 unit Sea Cat beserta AL 1 dan Mistral," tulis Wira dalam keterangannya.
Selain rudal, terdapat sejumlah torpedo di antaranya 1 Black Shark dan MK 44, 1 Sut dan steam gas, 1 A244S dan MK46 beserta peluncur. Dalam data tersebut, TNI AL juga mengerahkan 1 unit pertahanan pantai (coastal defence) beserta kendaraan pengangkut.
"Lalu, dari persenjataan artileri roket beserta kendaraan penariknya meliputi 3 unit MLRS 90B, 3 unit MLRS Vampire, 6 unit Howitzer 105, 2 unit Norinco 35," jelas Wira.
Kemudian, dari kendaraan tempur amfibi meliputi 3 unit BTR 4, 16 unit BMP 3 F, 8 unit PT 76 M, 12 unit BTR 50 PM, 7 Unit LVT 7A1, 5 unit BVP 2. Kendaraan ransus terdiri dari 1 Opleger Isuzu yang mengangkut tank LVT dan 1 Opleger Tatra membawa BMP 3F, 2 unit PWC.
Baca Juga: Sebanyak 1.823 Prajurit Dan PNS di Kodam Cendrawasih Naik Pangkat
Sementara kendaraan taktis yang dikerahkan seperti 4 unit ILSV, 1 mobil K9, 1 unit mobil EOD, 6 unit ATAV, 3 unit DDF, 2 unit EM Radar (ISR), 2 unit mobile comendcenter hingga 1 unit truk Tatrapan milik Korps Marinir.
"Ada pula 2 Hughes, 3 Ganila (ransus dapur lapangan), 2 kendaraan bengkel, 6 kendaraan rumah sakit lapangan, 3 motor kawal, dan 3 mobil kawal," paparnya.
Tak hanya itu, untuk alutsista selam atau bawah air juga terdapat 2 unit chamber, 2 unit kendaraan selam mini, 2 unit perahu (RHIB) patroli mesin beserta kendaraan penarik, 2 unit perahu baling-baling (swamp boat).
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto mengungkapkan total alutsista rantis yang diturunkan di HUT ke-79 TNI berjumlah 1.059 rantis dan mobil antik.
Baca Juga: Ribuan Prajurit TNI AD Akan Dikirim ke Amole Papua
"Alutsista yang tergelar mengikuti upacara defile sebanyak1059 rantis dan mobil antik," katanya, di Jakarta, Jumat (27/9) lalu.
Nantinya alutsista ini akan mengikuti berbagai rangkaian acara kegiatan seperti parade, demontrasi, defile pasukan dan alutsista.
"Sedangkan rangkaian acara mulai dari persiapan upacara, upacara parade, demontrasi, defile pasukan dan alutsista ditambah panggung hiburan rakyat, makan gratis dan pembagian sembako," jelas Hariyanto.
Sementara prajurit yang terlibat di HUT ke-79 TNI di Monas berjumlah 100 ribu prajurit.
"Untuk pasukan yang tergelar dalam kegiatan HUT Ke-79 TNI dengan seluruh perangkat dan pendukungnya sebanyak 100 ribu orang," kata Hariyanto. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































