TNI AL Kerahkan 6 KRI, 4 Helikopter, Kopaska hingga Marinir ke Sumbar–Sumut

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan kekuatan besar untuk membantu penanganan banjir dan longsor yang melanda Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah unsur laut, udara, dan pasukan khusus disiapkan untuk mempercepat evakuasi dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul Suropati mengatakan pengerahan kekuatan ini difokuskan pada dua titik utama, yakni Nias dan Belawan.
“Unsur-unsur TNI AL direncanakan bergerak mulai 29 November sampai 1 Desember. Ada yang berangkat dari Jakarta dan ada juga yang dari Surabaya,” kata Tunggul saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Jumat (28/11).
Baca Juga: Yonif 432 Gelar Latihan Menembak Senjata Kelompok
Secara total, TNI AL menerjunkan 6 kapal perang (KRI), 4 helikopter, para personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalion Kesehatan (Yonkes) Korps Marinir.
Kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 menjadi unsur utama untuk dukungan medis. Sementara KRI Semarang-594, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Celukan Bawang-532, serta KRI Brawijaya-320 membawa logistik, tenda lapangan, peralatan kesehatan, dan perahu karet.

“Empat helikopter dari Puspenerbal disiagakan untuk evakuasi udara, pemetaan lokasi terdampak, dan distribusi bantuan cepat,” jelasnya.
Kemudian, pasukan Kopaska diturunkan untuk membantu evakuasi, pembersihan area, hingga penyaluran bantuan langsung kepada warga. Di samping itu, Yonkes Marinir menyiapkan pos kesehatan lapangan dan layanan medis darurat.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir, Lanud Soewondo Medan Dirikan Posko Terpadu dan Kerahkan Personel
“Di darat, unsur TNI AL di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I di Belawan dan Kodaeral II di Padang sudah turun membantu evakuasi sejak pagi,” ungkap Tunggul.
Ia menegaskan, pengerahan besar oleh TNI AL ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
“TNI AL akan terus bergerak membantu masyarakat di Sumbar dan Sumut. Fokus kami mempercepat evakuasi dan penanganan darurat,” tegas Tunggul. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































