TNI AL Kerahkan 5.000 Prajurit hingga 60 Alutsista untuk Upacara Validasi Organisasi di Batujajar

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan ribuan prajurit hingga puluhan alutsista untuk terlibat dalam upacara kehormatan militer dalam rangka validasi organisasi, yang akan digelar di Batujajar, Bandung, pada 10 Agustus.
"TNI AL melibatkan sekitar 5.000 prajurit. Jumlah ini belum termasuk para pendukung serta prajurit yang jadi pengawak alutsista," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul di Jakarta, Kamis (7/8).
Tunggul merinci jumlah 5.000 prajurit tersebut berasal dari berbagai satuan, yaitu Markas Besar TNI AL (Mabesal), Korps Marinir, Koarmada I, Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Pusat Polisi Militer TNI AL (Puspomal), serta Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III.
Baca Juga: Tiga Ranpur Kavaleri TNI AD Serbu PLTU Bengkayang Karena Musuh Padamkan Listrik
Sementara untuk alutsista yang akan dilibatkan dalam parade saat upacara kehormatan militer, Tunggul menjelaskan TNI AL mengerahkan 60 unit material yang di antaranya dari Korps Marinir hingga milik Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Ke-60 alutsista itu seperti tank BMP-3F, BTR-4, sistem peluncur roket (MLRS) Vampir, meriam Howitzer 105 mm, kendaraan tempur (ranpur) BVP-2, kendaraan taktis (rantis) Kopaska, hingga sea rider.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menggelar gladi upacara kehormatan militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Selasa (5/8). Peninjauan ini merupakan tahapan akhir persiapan upacara besar yang akan melibatkan ribuan prajurit dari tiga matra TNI.
"Saya lihat secara umum sudah bagus. Tampilkan yang terbaik di depan presiden dan para menteri," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (6/8).
Baca Juga: Unsur Tempur TNI AU Siap Tampilkan Beragam Formasi Udara di Upacara Kehormatan Militer
Adapun Presiden Prabowo Subianto akan hadir pada upacara kehormatan militer serta peresmian validasi organisasi terhadap tiga komandan di satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, yakni kenaikan satu pangkat lebih tinggi kepada Komandan Komando Pasukan Khusus (Dankopassus); Komandan Korps Marinir (Dankormar); dan Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat).
Nantinya setelah resmi dilakukan validasi organisasi dan mendapat pangkat bintang tiga, Kopassus, Korps Marinir, dan Kopasgat tak lagi dipimpin seorang komandan, melainkan berubah menjadi panglima Korps Marinir, panglima Kopassus, dan panglima Kopasgat.
Dengan terjadinya validasi itu, maka Dankormar yang saat ini dijabat oleh Mayjen (Mar) Endi Supardi akan naik pangkat jadi Letjen. Kemudian, Dankopassus Mayjen Djon Afriandi menjadi Letjen, dan Dankopasgat Marsda Deny Muis, juga otomatis naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Marsdya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































