HANKAM

TNI AL Kerahkan 3 KRI Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang

KRI Lepu-861
KRI Lepu-861 dikerahkan untuk mencari 5 jurnalis hilang di wilayah Selat Sunda, Rabu (9/9). (Foto: Dok. Lanal Lampung)

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan tiga kapal perang (KRI) buat menyisir perairan Selat Sunda demi mencari lima jurnalis yang hilang kontak. Para awak media beserta tiga kru kapal tersebut dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten.

Penyisiran di perairan lepas Selat Sunda melibatkan KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Tiga kapal perang ini menyisir area laut dalam yang sulit dijangkau kapal berukuran kecil.

Baca Juga: Bawa 10 Heli, KSAL Beberkan Cara Kapal Induk Garibaldi Padamkan Karhutla dari Laut

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pengerahan armada tempur tersebut untuk memperluas jangkauan penyisiran.

"Pengerahan unsur-unsur TNI AL tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam membantu upaya pencarian dan pertolongan, khususnya para pewarta yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah perairan," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (9/9).

Selain kapal perang, armada patroli (kapal angkatan laut/KAL) dan perahu karet berlambung tegar (Rigid Hull Inflatable Boat/RHIB) turut diterjunkan. Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten menggerakkan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang ke lokasi terakhir keberadaan rombongan jurnalis.

Lanal Lampung juga mengerahkan KAL Siaga untuk menyisir perairan dari arah utara. Kapal patroli ini sekaligus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Operasi SAR yang memasuki hari kedua ini melibatkan 250 personel gabungan dengan membagi area operasi ke dalam lima sektor. Namun, gelombang laut setinggi 1 sampai 2 meter serta angin kencang di Selat Sunda menyulitkan proses penyisiran.

Baca Juga: Helikopter Super Puma TNI AU Percepat Pemadaman Api di TPA Galuga dengan Water Bombing

Rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan kapal cepat (speedboat) pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 15.04 WIB setelah salah satu jurnalis sempat mengirimkan koordinat lokasi mereka.

Adapun lima jurnalis yang berada di dalam kapal yakni M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Kapal tersebut juga membawa tiga awak kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu (guide).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.