HANKAM

TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Angkut 200 Ton Bantuan Gempa NTT

Truk
Truk pembawa logistik masuk ke dalam geladak KRI Semarang-594 di Dermaga Eks Presiden, Jakarta Utara, Minggu (23/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan tiga kapal perang untuk mempercepat penanganan darurat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Armada militer ini mengangkut total 200 ton logistik, 15 truk bantuan, mobil ambulans, hingga mengoperasikan kapal rumah sakit terapung untuk merawat ribuan warga terdampak rentetan gempa susulan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan, pengerahan kapal perang ini menjadi bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) atas instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

"Untuk penanganan bencana alam di NTT, TNI AL menggelar Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna membantu masyarakat dan pemerintah daerah mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (26/8).

Baca Juga: Bakal Dinaiki Presiden, Garibaldi jadi Kapal VVIP di HUT TNI

Unsur pertama, KRI Semarang-594, sudah bertolak dari Dermaga Eks Presiden, Jakarta Utara, sejak Minggu (23/8). Kapal perang ini membawa sekitar 150 ton muatan dengan rute pelayaran Jakarta–Labuan Bajo–Reo–Jakarta.

Tim medis TNI AL
Tim medis TNI AL merawat warga korban gempa di atas kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 di NTT, Selasa (25/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Komandan KRI Semarang-594 Letkol Laut (P) Eko Yudi Mardiyanto menerangkan, kapalnya memuat 15 unit truk berisi ribuan koli sembako, beras, tenda pengungsian, hingga obat-obatan. Kapal ini juga mengangkut 144.000 susu kemasan, 1.500 kelambu, genset, 1 unit mobil ambulans, dan 1 unit sepeda motor untuk mempermudah distribusi darat di NTT.

Sementara itu, TNI AL memberangkatkan KRI Teluk Parigi-539 dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa (25/8). Kapal angkut pendarat ini membawa 50 ton logistik menuju Maumere melalui rute Surabaya–Jakarta–Maumere.

Baca Juga: Siap Mendarat di Garibaldi, Pilot TNI AU dan AD Latihan di Juanda

Komandan KRI Teluk Parigi-539 Letkol Laut (P) Agus Wahyu U. memastikan kapal siap berlayar mengantar pasokan vital para pengungsi. Muatan tersebut meliputi genset, toren air bersih, matras lipat, terpal, makanan siap saji, popok bayi, hingga obat-obatan hasil kerja sama dengan BNPB, Jalasenastri, dan kelompok relawan.

Prajurit Marinir
Prajurit Marinir menaikkan bantuan sembako ke KRI Teluk Parigi-539 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa (25/8). (Foto: Dok. Dispenal)

Di lokasi bencana, TNI AL mengoperasikan KRI dr. Soeharso-990 sebagai rumah sakit darurat di perairan NTT. Kapal bantu rumah sakit ini melayani pemeriksaan dan perawatan korban luka, sekaligus memproduksi suplai oksigen medis darurat bagi fasilitas kesehatan di daerah pesisir yang terdampak gempa.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga hari ini pukul 05.00 WIB, rentetan gempa susulan di wilayah NTT menembus 7.492 kejadian dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0. Dari ribuan getaran tersebut, sebanyak 33 gempa bermagnitudo di atas 5,0 dan 143 kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: TNI AD Buka Suara Soal Kontroversi Penertiban Kawasan di Pasar Mardika Ambon

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mencatat bencana ini menelan 103 korban jiwa. Sebaran korban meninggal meliputi Kabupaten Manggarai 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

"Kami mendapat tambahan angka sebanyak 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang," kata Berton dalam siaran pers BNPB, Selasa (25/8).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.