HANKAM

TNI AL Kembali Luncurkan Kapal Tunda, TD Gunung Ranai Ditempatkan di Koarmada I

Tugboat Gunung Ranai
Tugboat Gunung Ranai bakal ditempatkan di Koarmada I. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL kembali meluncurkan satu harbour tug atau kapal tunda produksi dalam negeri dari PT Noahtu Shipyard, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/10).

Dipimpin oleh Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Agus Santoso, kapal yang diberi nama TD Gunung Ranai ini dirancang untuk memandu dan menunda dalam membantu pergerakan manuver KRI saat keluar dan masuk pelabuhan.

"TNI AL berkomitmen untuk mendukung program pemerintah melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)," kata Agus, dikutip dari keterangan Dispenal.

Baca Juga: Tampilkan Ratusan Alutsista, HUT ke-78 TNI Terbuka untuk Umum

Agus melanjutkan, TD Gunung Ranai bakal ditempatkan di Koarmada I lantaran bertambahnya unsur KRI di wilayah tersebut, seperti kapal jenis angkut tank, bantu rumah sakit hingga patroli.

TD Gunung Ranai memiliki panjang 30 meter, lebar 12 meter serta tinggi 5,10 meter. Memiliki kecepatan hingga 12 knot dengan endurance hingga lima hari, dan dilengkapi akomodasi untuk 10 orang personel.

Kapal tunda ini juga dapat berfungsi sebagai Search and Rescue (SAR), karena dilengkapi External Fire Fighting untuk membantu pemadaman serta evakuasi korban di laut dengan Independent Engine Drive kapasitas 650 m3 per jam dan jangkauan 90 meter.

"Kapal ini juga memiliki Sistem Oil Dispersant kapasitas tanki 3 m3 per jam untuk penanggulangan pencemaran air laut oleh tumpahan minyak di laut," ujarnya.

Baca Juga: Jelang HUT Ke-78 TNI, Ini Persiapan Pasukan Korps Marinir

Sejumlah kemampuan juga dimiliki oleh kapal tersebut, di antaranya Bollard Pull 35 ton, sudut pandang rumah kemudi hingga 360 derajat pemindahan kapal dan escorting services dengan winch yang ada di haluan dan buritan.

"Dilengkapi sistem propulsi Azimuth Stern Drive sehingga kapal dapat bermanuver 360 derajat diam di tempat," jelasnya.

Sebelumnya, TNI AL pada Agustus lalu juga meluncurkan dua tugboat untuk ditempatkan di Koarmada III, yaitu TD Umsini dan TD Irau yang kala itu diresmikan Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di tempat yang sama. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.