TNI AL Janji Buka Perkembangan Gugurnya Pratu Marinir Zalendra Secara Berkala

Jakarta, IDM – Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) berkomitmen menjunjung tinggi transparansi publik. Pihak kedinasan memastikan bakal membeberkan setiap progres investigasi terkait insiden maut yang menimpa prajurit terbaiknya dalam pendidikan pasukan elite Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).
Komitmen keterbukaan informasi ini menjadi garansi institusi pascagugurnya Pratu Mar Zalendra Ferdika di fase akhir latihan komando tersebut.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodiklatal Kolonel (Mar) Nikodemus Balla menyatakan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi kelanjutan penanganan peristiwa duka ini. Kedinasan berjanji meng-update seluruh fakta lapangan seputar evaluasi internal pendidikan penanggulangan teror aspek laut (PTAL) angkatan XVIII secara transparan.
"TNI AL memastikan segala perkembangan informasi resmi terkait peristiwa ini akan disampaikan secara berkala kepada publik," ujar Nikodemus kepada Indonesia Defense Magazine, Jumat (22/5).
Baca Juga: Tembus Jalur Pegunungan Tolikara, Satgas Yonif 511/DY Antaranak Sekolah dengan Medan Berat
Langkah proaktif institusi matra laut ini sekaligus menjawab ekspektasi besar dari pihak keluarga almarhum di kampung halaman.
Sebelumnya, atmosfer duka mendalam menyelimuti Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Ayah kandung almarhum, Perly Haryadi, membenarkan bahwa pihak keluarga sempat limbung usai menerima rilis duka mendadak melalui sambungan telepon pada Rabu siang. Keluarga mengakui bahwa mereka masih menanti kejelasan teka-teki penyebab pasti kematian sang putra.
Informasi sekunder dari pihak keluarga mengindikasikan adanya penurunan kondisi fisik korban beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir.
Pratu Mar Zalendra Ferdika sendiri merupakan prajurit aktif satuan elite Batalion Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir Surabaya yang sedang dikirim menempuh pendidikan komando lanjutan sejak Januari 2026 lalu. Pengorbanannya di medan latihan ekstrem ini memicu gelombang simpati publik yang luas.
Baca Juga: Prajurit Taifib Gugur saat Pendidikan Denjaka, Ini Penjelasan TNI AL
Untuk menghindari distorsi informasi di tengah proses penyelidikan internal, kedinasan mengimbau semua pihak untuk menahan diri.
Nikodemus memohon dengan sangat agar masyarakat bijak dengan tidak memproduksi spekulasi liar atau menyebarkan dokumentasi visual yang belum terverifikasi sahih. Pihak Kodiklatal menegaskan saat ini fokus utama mereka adalah mengawal pemakaman militer serta menjamin pemenuhan hak-hak administratif kedinasan bagi keluarga almarhum secara cepat.
"Mari kita berikan penghormatan terbaik kepada para almarhum serta ruang ketenangan bagi keluarga yang sedang berkabung," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































