HANKAM

TNI AL Gelar Pasukan Latopslagab 2026, Pangkoarmada RI: Latihan Serasa Perang Sungguhan!

prajurit TNI AL
Jajaran prajurit TNI AL mengikuti apel gelar pasukan latihan operasi laut gabungan (Latopslagab) 2026 yang dipimpin Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata di Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4). (Foto: Dok. Kodaeral V)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata mewanti-wanti ribuan prajuritnya agar tidak main-main dalam latihan operasi laut gabungan (Latopslagab) 2026. Denih menuntut simulasi tempur tahun ini berjalan realistis dengan mentalitas hidup-mati.

"Tanamkan dalam pikiran kalian bahwa dalam setiap operasi, hanya ada dua kemungkinan: kita atau musuh yang hancur," tegas Denih saat memimpin apel gelar pasukan di Surabaya, Senin (20/4).

Baca Juga: Panglima TNI ke Ketua DPRD Seluruh Indonesia: Silakan Prajurit Diajak Bangun Wilayah Bapak/Ibu

Bukan sekadar parade, Latopslagab 2026 menjadi ajang pembuktian performa persenjataan strategis TNI AL. Dalam latihan yang berlangsung hingga 25 April ini, matra laut bakal menguji keandalan peluru kendali (rudal) penghancur kapal, mulai dari Exocet MM40 Block III hingga C-705.

Tak hanya aspek ofensif, sistem pertahanan udara juga menjadi fokus utama. Penembakan rudal VL Mica dan Mistral Manpad disiapkan untuk menguji ketangkasan prajurit dalam menangkal serangan udara lawan.

Denih menyebut laut adalah "halaman depan" rumah yang wajib dijaga dengan kesiapan tempur level tertinggi. "Latihan ini menjadi tolak ukur profesionalisme. Kita menguji kemampuan kerja sama antarsatuan (interoperability) agar seluruh unsur alutsista terintegrasi dengan mulus," imbuhnya.

Apel besar yang turut dihadiri jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V ini merupakan fase krusial sebelum pasukan bergeser ke latihan lapangan. Bagi Denih, keseriusan prajurit saat ini adalah taruhan kedaulatan negara ketika harus berhadapan dengan lawan di samudra luas.

Baca Juga: Menhan: Kita Butuh 514 Yon TP untuk Jaga Seluruh Kabupaten-Kota

Selain rudal, para awak kapal perang (KRI) juga bakal beradu akurasi dalam kompetisi artileri meriam kapal. Pengujian nyata ini bertujuan mengevaluasi kesiapan operasional TNI AL di tengah dinamika konflik global yang kian kompleks.

"Laksanakan tugas dengan dedikasi tulus. Kita buktikan, TNI AL senantiasa siap menjalankan misi tempur di tengah samudra," pungkas Denih. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.