TNI AL Gelar Operasi Yudha Dharma-02, Empat Kapal Perang Latihan di Laut Jawa

Jakarta, IDM – TNI AL menggelar operasi Yudha Dharma-02. Di tengah operasi tersebut, empat kapal perang jajaran Koarmada II yang tergabung dalam satuan tugas di bawah komando operasi (BKO) Guspurla Koarmada II) melaksanakan serial latihan di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Senin (3/11).
Empat unsur kapal perang yang terlibat antara lain KRI Bung Hatta-370, KRI Badik-623, KRI Golok-688, dan KRI Rimau-724. Latihan ini digelar sebagai bagian dari komitmen TNI AL menjaga kesiapsiagaan dan naluri tempur prajurit di laut.
Komandan KRI Bung Hatta-370 Letkol Laut (P) Ramli Arif, menjelaskan sejumlah serial latihan yang dilaksanakan meliputi communication check, leaving harbour, main field transit, syntex 541, hingga damage control exercise.
Adapun communication check dilakukan untuk menguji keandalan sistem komunikasi antarunsur kapal perang agar koordinasi berjalan lancar selama operasi. Sedangkan leaving harbour merupakan prosedur pelayaran saat kapal meninggalkan pangkalan dengan memperhatikan keamanan navigasi dan kesiapan tempur.

Sementara main field transit mengasah kemampuan kapal melewati area laut yang disimulasikan sebagai medan ranjau. Kemudian, syntex 541 adalah latihan simulasi pertahanan udara terhadap ancaman musuh, serta damage control exercise difokuskan pada penanganan kondisi darurat di kapal, seperti kebakaran atau kebocoran lambung, untuk melatih kecepatan dan ketanggapan awak kapal dalam mengendalikan kerusakan.
Ramli mengatakan, latihan digelar sebagai bentuk komitmen TNI AL untuk terus menjaga kesiapsiagaan dan naluri tempur prajurit angkatan laut.
Baca Juga: Pangdam XIX/TT dan Polda Riau Tinjau Kesiapan Siaga Bencana, 31 Ribu Personel Dikerahkan
“Seluruh latihan ini dirancang untuk menguji kemampuan komunikasi taktis, melewati medan ranjau, pertahanan udara, serta koordinasi lintas unsur dalam menghadapi berbagai skenario operasi laut,” ujar Ramli, dikutip keterangan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, Rabu (5/11).
Selain itu, ia juga menyebutkan latihan bersama ini juga menjadi implementasi visi dan misi Panglima Koarmada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya dalam membentuk prajurit TNI AL yang tangguh, profesional, dan siap di segala medan penugasan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































