HANKAM

TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster Tujuan Singapura

TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster Tujuan Singapura
(Dok Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 26.432 benih baby lobster senilai Rp1,3 miliar di Terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya, Selasa (17/10). Puluhan ribu benih lobster itu direncanakan dikirim ke Singapura.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prastyo, mengatakan penggagalan penyelundupan berawal dari informasi intelijen mengenai rencana pengiriman baby lobster dari Surabaya tujuan Singapura pada Senin (17/10), melalui Terminal 2 keberangkatan internasional Bandara Juanda.

Dari informasi yang diperoleh, target operasi berinisial RS menjadi penumpang di salah satu maskapai penerbangan dengan tujuan Surabaya-Singapura.

"RS berangkat dengan barang bawaan berupa koper besar berwarna hitam diduga berisi benih baby lobster yang akan diselundupkan ke luar negeri," ungkap Heru, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (19/10).

Satgaspam Bandara Juanda bersama pihak Bea Cukai dan beberapa instansi lain, bekerja sama membagi sektor operasi penyekatan dan merencanakan proses penangkapan di area keberangkatan internasional. Dari penangkapan RS, ditemukan barang bukti sebuah koper besar berisi benih lobster tanpa dokumen resmi.

Hasil pemeriksaan di dalam koper tersebut terdapat sebanyak 24 kantong berisi 22.752 ekor Benih Bening Lobster (BBL) jenis pasir dan sebanyak lima kantong berisi 3.680 ekor BBL jenis mutiara. "Sehingga total sebanyak 29 kantong berisi 26.432 ekor baby lobster," jelas Heru.

Bang bukti diserahterimakan ke Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya I dan dilepas ke laut bebas di perairan Madura, Jawa Timur. Selanjutnya, RS diproses hukum terkait pelanggaran UU kepabeanan pasal 102 A UU nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Heru menegaskan, penggagalan penyelundupan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergitas komunitas Bandara Juanda.

"Ini merupakan peringatan keras bagi pihak-pihak yang masih ingin coba-coba melakukan tindakan pelanggaran hukum di wilayah Bandara Internasional Juanda," tegas Heru. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.