TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ayam Ras dan Miras Ilegal dari Filipina

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut melalui Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna menggagalkan penyelundupan ayam ras Filipina dan minuman keras ilegal di perairan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu (7/6).
Mulanya, tim mendapatkan informasi intelijen bahwa akan ada kapal yang memuat ayam ras Filipina dan barang campuran yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selanjutnya, atas perintah Danlanal Tahuna Letkol Laut (P) Hadi Subandi, tim SFQR Lanal Tahuna langsung menuju ke lokasi dan melaksanakan pemantauan secara intensif.
Baca Juga: TNI AL Akan Undang Angkatan Laut Negara Asia-Pasifik ke Surabaya, Bahas Permasalahan Maritim
Tim SFQR Lanal Tahuna emudian melaksanakan deteksi dini serta kejar, tangkap, dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kapal yang diduga membawa barang ilegal dengan menggunakan armada RBB 12 mtr, pada Sabtu sekitar pukul 03.00 Wita.
Tim yang sudah menunggu dan mengintai kedatangan terduga pelaku melihat ada satu buah kapal yang melintas di dekat lokasi penyekatan.

“Tim segera melaksanakan pengejaran dan memeriksa kapal tersebut dan didapati bahwa kapal tersebut kapal tanpa nama yang berangkat dari Filipina tujuan Tahuna dengan membawa muatan 227 ekor ayam ras Filipina dan barang campuran berupa 20 botol minuman keras dan 1 karung obat ayam dengan estimasi nilai ekonomis sekitar Rp 2.281.000.000,” tulis siaran pers Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), Senin (9/6).
Baca Juga: Wakili TNI AD, Kolonel Herbert Tambunan Lulus dari U.S. Army War College
Tim juga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang terdiri dari satu WNI dan satu WNA asal Filipina.
Selanjutnya. para terduga pelaku, kapal, dan barang bukti dibawa menuju Lanal Tahuna untuk pemeriksaan lebih lanjut. (nma)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































