HANKAM

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3 Burung Langka Kasturi Kepala Hitam di Pelabuhan Sorong

TNI AL dan BBKSDA
Suasana pemeriksaan KM Dobonsolo di Pelabuhan Pelindo Sorong usai tim gabungan TNI AL membongkar penyelundupan tiga burung langka, Rabu (29/7) malam. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Tim gabungan TNI AL bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya menggagalkan upaya penyelundupan tiga ekor burung langka Kasturi Kepala Hitam di Pelabuhan Umum Pelindo Sorong, Papua Barat Daya, Rabu malam (29/7).

Prajurit Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIV menyisir KM Dobonsolo saat kapal penumpang tersebut bersandar sebelum berlayar. Petugas mencurigai barang bawaan tanpa dokumen sah hingga menemukan tiga ekor burung eksotis tersembunyi di area kapal.

Baca Juga: Aksi Pasukan Khusus Taifib Marinir Tembus Laut Ancol lewat Renang Tempur!

Tindakan nekat mengangkut satwa langka tanpa izin resmi melanggar hukum konservasi sumber daya alam. Pelaku penyelundupan satwa dilindungi terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul membenarkan keberhasilan operasi gabungan di wilayah maritim Papua Barat Daya tersebut.

"Penggagalan tersebut merupakan hasil sinergi pengamanan yang dilaksanakan saat pemeriksaan terhadap kapal penumpang yang akan berlayar," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (31/7).

Usai penindakan di atas kapal, petugas menyerahkan seluruh satwa sitaan kepada Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong. Tim konservasi langsung mendata, menguji kesehatan, dan mengelompokkan jenis burung tersebut sesuai regulasi perlindungan satwa liar.

Baca Juga: Satlap Tri Cakti dan Intel Korem 045/Garuda Jaya Gagalkan Penyelundupan 7,9 Ton Bijih Timah Senilai Rp6,74 Miliar

"Selanjutnya, ketiga ekor burung tersebut diamankan dan diserahkan kepada Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan, serta pengelompokan jenis satwa sesuai ketentuan yang berlaku," tambah Tunggul.

Penyergapan ini menindaklanjuti arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang memerintahkan jajaran militer maritim memperketat pengamanan pelabuhan. Pengawasan ketat di pintu keluar masuk perairan mencegah kebocoran kekayaan alam Indonesia ke tangan jaringan perdagangan ilegal.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.