TNI AL Evakuasi Korban Banjir Bandang di Ternate

Jakarta, IDM – Pangkalan TNI AL (Lanal) Ternate mengevakuasi warga terdampak banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua Kota, Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/08). Aksi tersebut dilakukan Lanal Ternate bersama Tim SAR gabungan.
Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Supriadi menjelaskan banjir bandang terjadi di pada dini hari tersebut menelan sejumlah korban jiwa. Hunian sejumlah warga turut terendam lumpur, dan rumah lainnya hancur akibat tanda alam tersebut.
Baca Juga: Sebanyak Lima Penerbang Ikuti Kursus Standarisasi PTTA di Lanud Adisutjipto Yogyakarta
“Sampai saat ini Prajurit Lanal Ternate bersinergi dengan tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Kodim 1501/Ternate," ucap Supriadi, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (26/08).
"Kemudian Polsek Pulau serta masyarakat masih membantu melakukan pencarian korban yang di perkirakan masih terdapat korban yang terendam lumpur,” lanjutnya.
Baca Juga: Puspenerbal Ajarkan Patroli Udara Maritim kepada Puluhan Personel Bakamla
Supriadi juga menerangkan hingga saat ini akses jalan dari Kelurahan Rua ke kota, pun sebaliknya tidak bisa dilewati. Selain itu, jaringan listrik dan internet di lokasi juga terputus akibat banjir bandang di Ternate. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































