TNI AL Dorong Prajurit Ajak Santri Ponpes Masuk Bintara dan Tamtama

Jakarta, IDM – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V meminta seluruh prajuritnya merangkul para santri dan pemuda di lingkungan pondok pesantren (ponpes) untuk mendaftar bintara dan tamtama TNI AL.
Instruksi tersebut disampaikan Asisten Personel (Aspers) Komandan Kodaeral V Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi saat memimpin apel pagi gabungan di Markas Komando Kodaeral V, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/8).
Rahadian meminta para anggota yang tinggal di dekat ponpes atau lembaga keagamaan aktif menyebarkan informasi seleksi penerimaan prajurit.
Baca Juga: Bahas Hukum Laut di UHT Surabaya, Pakar hingga Akademisi Diajak Berlayar Bareng KRI Bima Suci
"Setiap prajurit yang tinggal di sekitar lingkungan pondok pesantren maupun lembaga pendidikan keagamaan harus aktif mendorong para alumni dan generasi muda setempat untuk mengikuti seleksi bintara dan tamtama TNI AL," kata Rahadian, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V.
Pendaftaran bintara dan tamtama prajurit karier gelombang III tahun 2026 ini dibuka hingga 20 Agustus 2026. Lulusan SMA, MA, hingga SMK dari semua jurusan berkesempatan mendaftar secara daring.
Calon peserta wajib berusia minimal 17 tahun 10 bulan saat pembukaan pendidikan, mengantongi kartu BPJS Kesehatan aktif, serta memiliki akun media sosial pribadi yang aktif minimal 6 bulan terakhir.
Rincian syarat lengkap dan alur pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi al.rekrutmen-tni.mil.id. Panitia juga menyediakan layanan informasi resmi via WhatsApp di nomor +62 852-8570-6411.
Baca Juga: TNI AD Terapkan “Military Craft” di Indonesia Timur
Di luar isu rekrutmen, Rahadian mewanti-wanti seluruh jajaran untuk menjaga kedisiplinan dan menekan potensi pelanggaran selama bertugas.
"Disiplin merupakan salah satu landasan utama dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI AL. Oleh karena itu, setiap prajurit harus mampu menjaga sikap, perilaku, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku," tegas Rahadian.
Ia mengingatkan para anggota untuk mematuhi aturan kedinasan guna menjaga nama baik satuan serta mempertahankan integritas prajurit di lapangan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































