TNI AL dan UEA Siapkan Rencana Latihan Bersama hingga Kesiapan Tenaga Kesehatan untuk Gaza

Jakarta, IDM – TNI AL bersama Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) berencana menggelar latihan bersama. Hal ini diungkapkan oleh Panglima Angkatan Bersenjata UEA Staf Letjen Eisa Saif Bin Ablan Almazrouei di Abu Dhabi, Jumat (2/8).
Eisa yang menerima kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga membahas rencana kesiapan tenaga kesehatan dari TNI AL yang akan dikirim ke El Arish, Mesir, untuk membantu UEA memberikan pelayanan kesehatan terhadap korban perang di Gaza, Palestina.
"Fokus kami ada 2 hal, yaitu terkait latihan dengan kedua angkatan laut dan kesiapan tenaga kesehatan yang akan diperbantukan di kapal rumah sakit UEA di El Arish, Mesir," ungkap Eisa, dikutip dari keterangan Puspen TNI.
Baca Juga: Kopassus dan Pasukan Khusus Thailand Taklukkan Musuh di Latma Tiger-XXV
Pada kesempatan yang sama, Agus menyampaikan keinginannya untuk merealisasikan rencana latihan bersama antara TNI dan UEA yang sebelumnya telah dilakukan peninjauan daerah latihan militer milik TNI oleh beberapa delegasi perwira UEA di Indonesia.
"Saya berharap ke depan, pihak UEA juga dapat mengizinkan pihak TNI untuk dapat berkunjung dan melaksanakan kegiatan survei di daerah latihan militer di UEA," kata Agus.
TNI bersama tentara AB-PUE Uni Emirat Arab tengah melakukan orientasi medan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/7) lalu.
Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Kunjungi Latihan Senjata Berat Teknis Yonarmed 12
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, kegiatan orientasi medan tersebut untuk mempersiapkan latihan gabungan bersama non-ASEAN yang melibatkan prajurit TNI dan AB-PUE Uni Emirat Arab.
Perwira Pembantu Madya (Pabandya)-3 Latgabma Non-ASEAN Letkol Laut (P) Dwi Herdian, mengungkapkan orientasi medan bertujuan mengetahui kondisi dan situasi medan terkini serta sebagai gambaran untuk menerapkan secara langsung rencana yang dibuat di home base.
"Sehingga latihan dapat berjalan sesuai rencana dan diharapkan nantinya penyelenggaraan latihan satuan dapat berjalan dengan baik," kata Dwi.
Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Lima Pejabat TNI AU, Ini Daftar Lengkapnya
Pada kesempatan tersebut, tim dari Staf Operasional (Sops) TNI bersama AB-PUE Uni Emirat Arab meninjau beberapa fasilitas daerah latihan, seperti garis tembak untuk sniper, mortir 60 mm, penembak senjata mesin ringan (SMR) dan senjata mesin sedang (SMS).
Kemudian, kedua militer negara tersebut juga meninjau lapangan tembak untuk pistol, senapan jarak 200 meter, barak, gedung BP serta diakhiri dengan peninjauan lokasi untuk latihan bertahan hidup di hutan (jungle survival). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































