Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Gelar Patroli di Selat Malaka

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) melaksanakan Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) 151/21 di Perairan Selat Malaka. Senin (22/03/2021).
Patroli Terkoordinasi Malaysia Indonesia (Patkor Malindo) ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada Patkor 151/21, TNI AL mengerahkan KRI Siwar-646 sedangkan TLDM mengerahkan Kapal KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135.
Panglima Komando Armada I (Koarmada I), Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., dalam keterangannya menyampaikan, pengerahan satu kapal perang dalam Patroli Terkoordinasi dengan Negara Malaysia merupakan implementasi kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. guna menciptakan situasi kondusif di wilayah perbatasan melalui naval present (kehadiran di laut) yang dikemas dalam bentuk patroli terkoordinasi dengan negara tetangga.

"Ini juga merupakan salah satu komitmen Indonesia, khususnya TNI AL, dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dan Malaysia. Kerjasama itu juga untuk menjalankan peran TNI AL dalam bidang diplomasi internasional," Tegasnya.
Lebih lanjutnya, Pangkoarmada I mengatakan, TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus membangun dan memelihara stabilitas di kawasan dengan melaksanakan peran diplomasi. Koarmada I yang memiliki wilayah kerja berbatasan langsung dengan 5 (lima) negara tetangga, terus aktif melaksanakan peran diplomasi dengan negara-negara di kawasan untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga.
"Posisi strategis Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia," pungkasnya.
Salah satu peran diplomasi TNI AL diwujudkan dalam latihan bersama dengan negara sahabat. Unsur Koarmada I yang terlibat dalam Patkor Malindo 151/21 yakni KRI Siwar-646, melaksanakan Passing Exercise (Passex) dengan unsur TLDM KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 di Perairan Selat Malaka.

Laksma TNI Yayan Sofiyan, Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I, memegang kendali operasi Patkor Malindo 151/21 mengatakan KRI Siwar-646 yang dikomandani Mayor Laut (P) Anugerah A. tergabung dalam Satgas Patkor Malindo 151/21 melaksanakan PASSEX dengan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 di Selat Malaka.
"Materi Latihan yang yang dilaksanakan meliputi Rendezvous (RV), Communication Check (Commcheck), Tactical Maneuvering Exercise (Tacman), Flash Exercise, Flaghoist Exercise diakhiri dengan Passing Exercise dengan saling memberi penghormatan antara KRI Siwar-646 dan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 yang kemudian langsung menuju sektor di perairan masing-masing Negara untuk melanjutkan patroli terkoordinasi," lanjutnya.
Kerjasama Patroli Koordinasi antara unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) diharapkan dapat menciptakan keamanan dan mampu menekan pelanggaran hukum serta menjaga stabilitas keamanan di Selat Malaka. Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka. (rgp/nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































