HANKAM

TNI AL dan Rusia Bedah Doktrin Latma Orruda 2026 di Jakarta

korvet RFS Gromky dan RFS Petripavlovsk-Kamchatsky
Kedatangan korvet RFS Gromky dan kapal selam RFS Petripavlovsk-Kamchatsky milik Angkatan Laut Federasi Rusia di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (29/3). (Foto: Dok. Kodaeral III)

Jakarta, IDM – TNI AL dan gugus tugas Armada Pasifik Rusia melakukan penyelarasan aturan main atau doktrin operasional di Jakarta, Senin (30/3). Langkah ini menjadi fase teknis penting untuk menyeragamkan prosedur tempur jelang latihan bersama Orruda 2026.

Agenda yang berlangsung di tengah kunjungan kapal perang Rusia di Tanjung Priok ini bertujuan menjamin kemampuan kerja sama antarunsur kapal atau interoperabilitas agar berjalan presisi di laut lepas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari hasil pertemuan bilateral antarangkatan laut (Navy to Navy Talks) ke-4 yang disepakati di Surabaya sebelumnya.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Pimpin Pemakaman Militer Juwono Sudarsono di TMP Kalibata

"Kunjungan ini merupakan langkah penyelarasan dan koordinasi teknis untuk persiapan latihan bersama Orruda 2026. Ini adalah fase vital untuk membangun kepercayaan (trust building) sekaligus memperkuat kerja sama operasional kedua angkatan laut," ungkap Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (30/3).

Fokus Ancaman Senjata Tanpa Awak

Selama periode bersandar hingga 2 April mendatang, perwira kedua negara terlibat dalam sesi pertukaran keahlian antarperwira teknis (Subject Matter Expert Exchange). Berbeda dengan latihan perdana tahun 2024, Orruda 2026 akan menitikberatkan pada penanganan ancaman musuh yang menggunakan sistem tanpa awak (unmanned system), seperti drone laut.

"Pada 2026 nanti, fokus utama kita adalah menghadapi ancaman musuh tanpa awak. Penyelarasan doktrin di Jakarta menjadi kunci agar saat di medan latihan nanti, kedua pihak memiliki kesamaan bahasa operasi," ungkap Tunggul dalam keterangannya, pada Rabu (3/12) lalu.

Proses pembedahan prosedur ini merupakan kelanjutan dari rapat perencanaan awal yang digelar di Surabaya pada Desember 2025. Saat itu, delegasi kedua negara telah mengunci kerangka skenario latihan secara mendalam.

Baca Juga: Rahasia ABK ‘Gen Z’ Cepat Jinakkan Teknologi Canggih KRI Prabu Siliwangi

Estafet ke Vladivostok

Jika Orruda 2024 sukses digelar di Perairan Jawa, maka edisi kedua tahun 2026 direncanakan memboyong armada TNI AL ke perairan Federasi Rusia, tepatnya di sekitar Vladivostok.

Hadirnya aset tempur Rusia seperti korvet RFS Gromky hingga kapal selam RFS Petropavlovsk-Kamchatsky di Jakarta saat ini menjadi sarana prajurit TNI AL untuk mendalami karakter kapal perang Rusia sebelum bertolak ke utara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.