HANKAM

TNI AL dan Pasukan Asing Latihan Cocokkan Data Gigi Korban Bencana di Anyer

Tim DVI TNI AL
Tim DVI TNI AL dan personel militer asing menggelar proses rekonsiliasi data gigi korban pada simulasi penanganan bencana di Pantai Anyer, Banten, Selasa (22/9). Latihan ini melibatkan tim medis multinasional dari Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Filipina. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokgimil Ladokgi R.E. Martadinata TNI AL mensimulasikan pencocokan data gigi korban bencana di Pantai Mandalika, Anyer, Banten. Latihan bersama gabungan multinasional bertajuk Exercise Trident Resolve 2026 ini berlangsung selama empat hari, pada 20–23 September.

Simulasi penanganan darurat ini menggandeng personel militer dari empat negara sahabat, yakni Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Filipina. Seluruh tim memperagakan proses identifikasi korban berbasis forensik odontologi atau pemeriksaan rekam medis gigi.

Baca Juga: KRI Sriwijaya-100 Siap Tugas, Fokus pada OMSP

Metode forensik gigi menjadi salah satu teknik ilmiah paling efektif untuk menentukan identitas jenazah saat bencana alam melanda. Dalam simulasi ini, Tim DVI Ladokgi REM mencocokkan data Antemortem (rekam medis gigi sebelum meninggal) dengan data Postmortem (pemeriksaan kondisi gigi pascameninggal).

Selain menguji teknik forensik, tim medis TNI AL mendirikan posko DVI untuk memeragakan alur kerja penanganan korban di lapangan kepada delegasi asing. Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan skenario, latihan parsial, hingga evaluasi bersama.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menegaskan latihan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan prosedur kerja prajurit dengan standar internasional.

Baca Juga: Tim Penyelam TNI AL Temukan Tiga Jenazah Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

"Latihan ini menjadi sarana meningkatkan kemampuan personel DVI TNI AL dalam pelaksanaan identifikasi korban bencana sesuai standar internasional, sekaligus memperkuat kerja sama dengan mitra nasional maupun militer negara sahabat," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (24/9).

Di luar agenda simulasi, tim bakti kesehatan Ladokgi R.E. Martadinata TNI AL membuka pelayanan kesehatan gigi gratis bagi warga sekitar Pantai Anyer dan peserta latihan. Aksi sosial yang berlangsung selama dua hari ini berhasil melayani 82 pasien.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.